[] [ ]readmore

Senin, 16 Januari 2012

Pembangunan Sistem Informasi (Information System development)


13.1 Perencanaan Sistem Informasi (Information Systems Planning)
Pengembangan sistem (Systems development) adalah sekumpulan aktivitas yang dibutuhkan untuk membangun suatu Sistem Informasi sebagai solusi terhadap peluang dan permsalahan bisnis. Komponen utama adalah perencanaan system Informasi yang dimulai dengan perencanaan strategis dari organisasi. Perencanaan strategis dari organisasi menyatakan misi dari organisasi, tujuan yang berhubungan dengan misi tersebuat dan langkah-langkah yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan –tujuan tersebut. Misi berisi pernyataan mengenai keinginan organisasi untuk menjadi organisasi yang bagaimana atau untuk membuat apa
dimasa yang akan datang. Proses perencanaan strategis menyesuaikan dengan tujuan organisasi dan resources terhadap perubahan pasar dan peluang yang ada.
Arsitektur Teknologi Informasi menggambarkan cara sumber (resources) informasi suatu organisasi digunakan untuk mencapai misi organisasi tersebut. Hal ini meliputi aspek teknik yaitu hardware, sistem operasi, jaringan, data, sistem manajemen data dan aplikasi perangkat lunak serta aspek manajerial yang merincikan bagaimanan cara mengatur departemen Sistem Informasi akan dilakukan, bagaimanan manajer dari area fungsional (functional area) terlibat dan bagaimana keputusan Sistem Informasi akan dibuat.

13.1.1 Perencanaan Strategis Sistem Informasi
Perencanaan strategis dari Sistem Informasi adalah sekumpulan tujuan jangka
panjang yang menggambarkan arsitektur Teknolgi informasi dan Sistem Informasi
yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan dari organisasi. Strategi Sistem Informasi
harus memenuhi tiga tujuan berikut :
Sistem Informasi harus dibatasi dengan perencanaan strategis organisasi.
Sistem Informasi harus menyediakan arsitektur Teknologi Informasi yang
memungkinkan pengguna, aplikasi dan basis data untuk dihubungkan melalui
jaringan dan diintegrasikan.
Sistem Informasi harus secara efisien mengalokasikan resources
pengembangan Sistem Informasi diantara proyek-proyek yang berkompeten
sehingga proyek dapat diselesaikan tepat waktu dengan biaya yang telah
ditentukan dan memiliki fungsi-fungsi yang dibutuhkan.

13.1.2 Perencanaan Operasional Sistem Informasi (The IS Operational Plan)
Perencanaan operasional Sistem Informasi terdiri atas elemen-elemen sebagai berikut :
  • Misi : misi dari fungsi Sistem Informasi
  • Is Environment (Environment Sistem Informasi) : rangkuman informasi kebutuhan terhadap area fungsional (functional areas) dari organisasi.
Tujuan dari fungsi Sistem Informasi (Objective of the IS Function)
Batasan dari fungsi Sistem Informasi (Constraint on the IS fnction)
  • Long-term systems needs : rangkuman kebutuhan sistem oleh perusahaan dan proyek Sistem Informasi yang dipilih untuk mencapai tujuan organisasi.
  • Short-range plan : inventori dari proyek yang sekarang, dan perencanaan rinci dari proyek yang akan dikembangkan atau dilanjutkan pada tahun saat ini.

13.2 The Traditional Systems Development Life Cycle (SDLC)
Systems Development Life Cycle (SDLC) adalah metode pengembangan system tradisional yang digunakan oleh organisasi-organisasi saat ini. SDLC adalah kerangka kerja yang terdiri dari urutan proses pengembangan Sistem Informasi, seperti systems investigation, systems analysis, systems design, programming, testing, implementation, operation dan maintenance. Hal ini seperti digambarkan berikut ini :
Gambar Systems Developement Life Cycle (SDLC)
SDLC dapat memiliki lebih atau kurang dari tahapan-tahapan proses tersebut. Pada masa dulu, pengembang sistem menggunakan pendekatan Waterfall yaitu proses pengembangan sistem dimana tiap tahapan proses harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke proses selanjutnya. Pihak-pihak yang terlibat dalam proyek pengembangan sistem adalah :
  • User
User adalah pegawai dari berbagai macam area fungsional (functional areas) dan tingkatan pada suatu organisasi yang berinteraksi dengan sistem baik secara langsung maupun tidaklangsung.
  • System Analyst
System Analyst adalah seorang profesional yang bekerja menganalisis dan merancang Sistem Informasi.
  • Programmer
Programmer adalah seorang profesional yan gmelakukan modifikasi terhadap progam komputer yang ada atau membuat program komputer baru dengan tujuan memenuhi kebutuhan pengguna.
  • Technical specialist
Technical specialist adalah seorang ahli pada suatu bidang teknologi seperti basis data, atau telekomunikasi.
Semua pihak yang dipengaruhi oleh perubahan Sistem Informasi tersebut
dikenal dengan sebutan Systems Stakeholders.

13.2.1 System Investigation
Investigasi sistem dimulai dengan permasalahan bisnis, yaitu pemahaman permasalahan bisnis dari berbagai sudut pandang. Setelah itu barulah dilakukan berbagai macam studi kelayakan (Feasibility Studies). Studi kelayakan menentukan kemungkinan keberhasilan dari proyek pengambangan sistem serta mengukur kelayakan dari sisi teknik, ekonomi dan behavioral. Studi kelayakan ini dapat mencegah organisasi melakukan kesalahan. Berikut diuraikan jenis-jenis studi kelayakan (Feasibility Studies) :
  • Technical Feasibility
Technical Feasibility menentukan apakah hardware, software dan komponen komunikasi dapat dikembangakan dan atau diperoleh untuk menyelesaikan permasalahan bisnis. Technical Feasibility juga menentukan apakah teknologi yang ada pada organisasi dapat digunakan untuk mencapai tujuan kinerja dari proyek tersebut.
  • Economic Feasibility
Economic Feasibility menentukan apakah resiko keuangan dari proyek tesebut dapat diterima dan apakah organisasi mampu memenuhi biaya serta waktu penyelesaian proyek tersebut.
  • Behavioral Feasibility
Behavioral Feasibility merupakan permasalahan manusia terhadap proyek. Semua proyek pengembangan mengakibatkan perubahan dalam suatu organisasi dan manusia pada mumumnya takut akan perubahan.

13.2.2 Analisis Sistem (System Analysis)
System Analysis adalah penyelidikan terhadap permasalahan bisnis yang akan
diselesaikan oleh organisasi melalui Sistem Informasi. Tahapan ini mendefinisikan
permasalahan bisnis, identifikasi penyebab permasalahan tersebut, merincikan
solusinya serta megidentifikasi kebutuhan yang harus dipenuhi solusi tersebut.
Suatu organisasi memiliki tiga solusi utama terhadap permasalahan bisnis, yaitu:
1. Tidak melakukan apa-apa dan terus menggunakan sistem yang telah ada
tanpa perubahan.
2. Memodifikasi atau meningkatkan sistem yang ada.
3. Membangun sistem baru.
Tujuan utama dari System Analysis adalah mengumpulkan informasi mengenai
sistem yang telah ada, untuk menentukan mana diantar tiga solusi di atas yang akan
dilakukan dan menentukan kebutuhan akan sistem yang baru.
Tahapan system Analysis menghasilkan informasi-informasi sebagai berikut :
Kelebihan (strengths) dan kelemahan (weaknesses) sistem yang telah ada.
Fungsi-fungsi yang harus dimiliki oleh sistem yang baru untuk memecahkan
permasalahan bisnis.
Kebutuhan pengguna akan sistem yang baru.

13.2.3 Perancangan Sistem (Systems Design)
System Design menggambarkan bagaimana sistem mencapai tugasnya. Tahapan
System Design digunakan untuk merancang untuk mendapatkan perangkat lunak
(software) yang dibutuhkan yang memenuhi tujuan-tujuan fungsional serta
Lembaga Sertifikasi Profesi Telematika Indonesia 247
menyelesaikan permasalahan bisnis. Deliverable dari tahapan perancangan sistem
adalah :
Output, input serta user interfaces dari sistem
Hardware, Software, Basis data, telekomunikasi, prosedur
Bagaimana komponen-komponen tersebut diintegrasikan.
Perancangan sistem mencakup dua aspek utama dari sistem yang baru :
Logical Systems Design : menyatakan apa yang akan dilakukan oleh sistem,
dengan spesifikasi yang abstrak.
Logical Systems Design termasuk merancang output, input, proces, basis
data, telekomunikasi, kontrol, keamanan dan pekerjaan Sistem Informasi.
Physical Systems Design : menyatakan bagaimanan sistem akan melakukan
fungsi-fungsinya dengan spesifikasi fisik yang aktual.
Physical Systems Design mencakup rancangan perangkat keras(hardware),
perangkat lunak(software), basis data, telekomunikasi dan prosedur.

13.2.4 Programming
Banyak organisasi memutuskan untuk membeli perangkat lunak (software), namun
banyak juga organisasi yan gmemutuskan untuk membuat perangkat
lunak(software) yang dibutuhkan sendiri. Programmingmerupakanproses
menterjemahkan(translation) spesifikasi rancangan/design menjadi kode-kode
komputer. Proses ini dapat berlangsung lama karena membuat kode-kode komputer
merupakan seni dari science.

13.2.5 Testing
Tahapan testing atau uji coba bertujuan untuk memeriksa apakan kode komputer
akan menghasilkan hasil yang diinginkan dan diharapkan untuk suatu kondisi
tertentu. Testing dirancang untuk menemukan kesalahan-kesalahan(error) pada
kode komputer. Terdapat dua jenis error, yaitu syntax error dan logic error. Syntax
error adalah kesalahan pada penulisan kode komputer, sehingga lebih mudah
ditemukan, sementara logic error masih memungkinkan program untuk berjalan,
namun menghasilkan output yang tidak benar untuk suatu input tertentu.Kesalahan
untuk logic error tidak nyata terlihat, sehingga susah ditemukan.

13.2.6 Implementation
Implementasi adalah proses pengubahan atau konversi dari sistem yang lama
menjadi sistem yang baru. Suatu organisasi menggunakan 4 strategi konversi, yaitu:
1. Parallel Conversion
Proses dimana sistem yang lama dan sistem yang baru beroperasi secara serentak untuk suatu jangka waktu tertentu. Kedua sistem tersebut memproses data yang sama pada waktu yang sama, selanjutnya output dari kedua sistem tersebut dibandingkan. Ini merupakan tipe konversi yang paling mahal namun paling tidak beresiko.
2. Direct Conversion
Proses dimana sistem lama dimatikan sementara sistem baru dijalankan
untuk suatu jangka waktu tertentu. Tipe konversi ini paling murah namun
beresiko.
3. Pilot Conversion
Proses memperkenalkan sistem yang baru pada suatu bagian organsasi
dalam suatu jangka waktu tertentu, untuk kemudian dilakukan pengukuran.
Ketika sistem telah berjalan dengan benar, barulah diperkenalkan pada
seluruh bagian organisasi.
4. Phased Conversion
Proses memperkenalkan komponen-komponen dari sistem yang baru,
kemudian setiap modul dilakukan pengukuran. Ketika modul telah berjalan
dengan benar, modul lain diperkenalkan hingga keseluruhan komponen
sistem.

13.2.7 Operation dan Maintenance
Setelah melakukan konversi, sistem yang baru akandioperasikan untuk suatu jangka waktu tertentu. Ketika operasi sistem telah stabil, dilakukan audit pada saat proses
operasi untuk mengukut kemampuan sistem dan menentukan apakah system digunakan dengan benar. Sistem memerlukan beberapa jenis maintenance, yaitu :
Debugging Program
Memperbarui sistem (Updating System) untuk menyesuaikan perubahanperubahan
yang terjadi pada kondisi bisnis organisasi.
Menambahkan fungsi baru (Add New Functionality), termasuk menambahkan
fitur-fitur baru tanpa menganggu operasi sistem tersebut.

13.3 Metode Lain untuk Pengembangan Sistem
Pada umumnya organisasi menggunakan SDLC tradisional dalam mengembangkan sistem. Hal ini dikarenakan SDLC memeiliki keuntungan-keuntungan diantaranya :
kontrol, akuntabilitas, dan deteksi kesalahan (error). Namun demikian SDLC juga
memiliki kerugian-kerugian diantaranya : menghabiskan banyak waktu, relatif tidak
fleksibel, mahal dan lain sebagainya.
Untuk itu, para pengembang mencari metode-metode lain dalam mengembangkan
sistem atau menggabungkan metode-metode yang ada.

13.3.1 Prototyping
Pada pendekatan jenis ini, developer mendapatkan kebutuhan pengguna secara
garis besar saja, tidak secara spesifik atau rinci. Selanjutnya, developer tidak langsung membuat sistem secara keseluruhan, melainkan membuat contoh awal sistem yang disebut dengan Prototype. Prototype ini terdiri atas bagian-bagian yang dimiliki oleh sistem baru, sehingga merupakan pemodelan jalannya sistem baru dengan skala kecil. Keuntungan utama dari pendekatan Prototyping adalah mempercepat proses pengembangan sistem, memberikan pengguna kesempatan untuk mengklarifiskasikan kebutuhan pengguna akansistem yang baru. Prototyping sangat bermanfaat dalam pengembangan Sistem Penunjang Keputusan dan Sistem Informasi Eksekutif (Execution Information System).

13.3.2 Joint Application Design (JAD)
Joint Application Design (JAD) adalah group-based method untuk mengumpulkan kebutuhan pengguna dan menciptakan rancangan sistem. JAD banyak digunakan pada tahapan Sistem Analisis dan Perancangan Sistem dari SDL. Pendekatan JAD terhadap pengembangan sistem memiliki beberapa keuntungan, yaitu :
Proses dalam kelompok melibatkan lebih banyak pengguna dalam proses pengembangan sistem dengan tetap menghemat waktu. Keterlibatan tersebut memberikan banyak dukungan terhadap pengembangan sistem dan dapat menghasilkan sistem dengan kualitas yang lebih tinggi. Selain keuntungan-keuntungan di atas, JAD juga memiliki kerugian-kerugian diantaranya yaitu kesulitan dalam mengumpulkan banyak pengguna untuk mengikuti pertemuan JAD.

13.3.3 Rapid Application Development (RAD)
Rapid Application Development (RAD) adalah metode pengembangan sistem yang dapat mengkombinasikan beberapa metode yaitu JAD, Prototyping, dan ICASE tools(dibahas pada bagian berikutnya) untuk menghasilkan sistem dengan kualitas tinggi. RAD merupakan pendekatan iteratif menyerupai prototyping dimana kebutuhan, rancangan, dan sistem itu sendiri dibangun dengan sederetan perbaikan.
Dengan tools RAD, pengembang meningkatkan versi awal dengan berkali-kali atau banyak iterasi sampai memenuhi atau sesuai untuk kegunaan operasional.Toolstools yang ada bekerja bersama sebagai bagian dari suatu paket yang terintegrasi. RAD menghasilkan komponen fungsional dari sistem akhir bukan suatu versi system dengan skala terbatas.
Dengan RAD, pengguna terlibat secara intensif dala proses pengembangan. Pada awalnya sesi JAD digunakan untuk mengumpulkan kebutuhan sistem. Sementara ICASE tools digunakan untuk menyusun kebutuhan secara cepat dan membangun prototype.
Paket RAD terdiri atas :
Graphical User Development Environment : kemampuan untuk menciptakan banyak aspek dari aplikasi denagn menggunakan “drag-and-drop application”.
Reusable Components : library dari objek-objek standar seperti button, kotak dialog (dialog boxes). Pengembang mengklik dan drag objek-objek ini ke dalam aplikasi.
Code Generator : secara otomatis paket RAD akan menulis program computer untuk mengimplementasikan laporan, input screen, buttons, dan kotak dialog (dialog box).
Programming Language : bahas pemrograman seperti Visual basic, C++.
Paket RAD ini memiliki Integrated Development Environment (IDE) untuk membuat, uji coba, dan debug kode komputer.

13.3.4 Integrated Computer-Assisted Software Engineering (ICASE) Tools
Computer-Aided Software Engineering (CASE) tools melakukan otomasi terhadap banyak tugas pada SDLC. Tools yang digunakan untuk mengotomasi tahapan awal dari SDLC (System investigation, analysis, design) disebut upper CASE tools. Tools yang digunakan untuk mengotomasi tahapan berikutnya dari SDLC (programming, testing, operation, maintenance) disebut lower CASE tools. CASE tools yang menyediakan hubungan antara upper CASE tools dengan lower CASE tools disebut dengan integrated CASE (ICASE)
Tools ini dapat memproduksi sistem yang dapat beroperasi efektif dan lebih lama
dan lebih mendekati kebutuhan pengguna.CASE tools juga dapat mempercepat
proses pengembangan sistem dan menghasilkan sistem yang lebih fleksibel serta
mudah menyesuaikan terhadap perubahan bisnis. Sistem yang dihasikan dengan
menggunakan CASE tools biasanya memiliki dokumentasi yang lebih baik.
Sementara itu CASE tools memiliki kelemahan yaitu CASE tools dapat menghasilkan
sistem awal yang cukup mahal untuk dibangun dan dijaga.Selain itu, CASE tools juga
sangat sulit untuk diperbarui dan mungkin sulit untuk digunakan dengan sistem yang
telah ada.

13.3.5 Object-Oriented Development
Pendekatan Object-Oriented (OO) tidak dimulai dari suatu tugas untuk dilakukan tapi dengan aspek kehidupan nyata yang harus dimodelkan untuk menjalankan tugas-tugas tersebut. Keuntungan dari pendekatan object-oriented adalah :
  • Mengurangi kompleksitas pengembangan sistem dan memudahkan dan mempermudah pembuatan dan penjagaan sistem sebab setiap objek relative kecil dan self-cotained.
  • Meningkatkan produktivitas dan kualitas programmer.
  • Sistem yang dikembangkan dengan pendekatan Object-Oriented lebih fleksibel.
  • Sistem dapat dimodifikasi dan ditingkatkan dengan mudah.
  • Pendekatan OO memungkinkan system analyst untuk berpikir pada tingkat real-word systems dan tidak pada level bahasa pemrograman.
  • Pendekatan OO baik untuk pengembangan Aplikasi Web.
  • Pendekatan OO menggambarkan berbagai macam elemen dari system informasi dlam istilah pengguna sehingga pengguna memiliki pemahaman yang lebih baik tentang sistem yang baru.

13.3.5.1 Object-Oriented Analysis and Design (OOA&D)
Proses pengembangan untuk sistem Object-Oriented dimulai dengan studi kelayakan dan analisis terhadap sistem yang telah ada. Pada bagian ini pengembang mengidentifikasi objek untuk sistem yang baru. Objek merupakan elemen mendasar pada OOA&D, yang merepresentasikan entitas nyata yang dapat diukur seperti customer, bank account, student dan lain sebagainya.
Untuk itu OOA&D analyst mendefinisikan objek-objek yan grelevan yang dibutuhkan untuk sistem yang baru termasuk properti(nilai data) dan oerasi-operasi (behaviour). Analyst selanjutnya memodelkan bagaimanan objek berinteraksi untuk memenuhi tujuan sistem yang baru. Untuk beberapa kasus, analyst dapat menggunakan kembali objek-objek yang telah ada pada sistem yang baru. Hal ini dapat menghemat waktu untuk membuat program.

13.4 Pengembangan Sistem di Luar Departemen Sistem Informasi
13.4.1 End-User Development
End-User Development merupakan pengembangan sistem yang dilakukan oleh pengguna sendiri dengan menggunakan komputer untuk meyelesaikan permasalahan bisnis yang dimiilkinya.

13.4.2 External Acquisition of Software
External Acquisition of Software adalah memilih untuk menggunakan software dengan membeli software tersebut daripada membuat atau mengembangkan software sendiri. Kriteria yang digunakan untuk memilih software yang akan dibeli adalah :
  • Masalah biaya dan keuangan
  • Upgrade Policy dan biaya Reputasi perusahaan dan tersedianya bantuan
  • Pelanggan lama perusahaan
  • Kemudahan internet interface
  • Ketersediaan dan kualitas dokumentasi
  • Kebutuhan hardware dan sumber daya jaringan
  • Pelatihan yang dibutuhkan
  • Keamanan
  • Kecepatan pembelajaran untuk pengembang atau pengguna
  • Presentasi grafik atau gambar
  • Kemampuan mengatur data

13.4.3 Application Service Providers (ASP)
ASP menyediakan aplikasi untuk suatu organisasi dengan cara berlangganan. Paket aplikasi tersebut tidak dijual, atau dilisensikan kepada suatu organisasi, melainkan ditempatkan pada pusat data (data center) ASP dan diakses dari jauh oleh pelanggan.

13.4.4 Outsourcing
Outsourcing merupakan pembelian produk atau layanan dari perusahaan lain. Berikut beberapa keuntungan yang diperoleh dari melakukan outsourcing :
  • Hardware economies of sale
Dengan banyaknya pelanggan, maka perusahaan yang melakukan outsourcing dapat memperoleh efisiensi harga dan potongan harga untuk pembelian hardware dengan jumlah tertentu.
  • Staffing Economies of Scale
Memungkinkan bagi perusahaan yang melakukan outsourcing untuk mendapatkan teknisi dengan kualitas yang tinggi.
  • Specialization
Menyediakan layanan komputer merupakan kompetensi utama dari perusahaan penyedia layanan outsourcing.
  • Tax Benefits
Organisasi atau perusahaan dapat mengurangi biaya outsourcing dikarenakan jatuhnya harga pembelian hardware untuk tiga sampai lima tahun.
Outsourcing juga dapat menyebabkan permasalahan-permasalahan pada organisasi
 atau perusahaan, diantaranya yaitu :
  • Limited Economies of Scale
Walaupun perusahaan yang melakukan outsourcing dapat meminta negosisasi harga untuk hardware, keuntungannya tidak begitu signifikan.
  • Staffing
Pada umumnya pegawai-pegawai lama yang melayani pelanggan, bukan pegawai dengan skill yang tinggi.
  • Lack of Business Expertise (Kurangnya Keahlian Bisnis)
Staff yang ada cenderung menjadi lebih teknis dan memiliki sedikit pengetahuan terhadap permasalahan bisnis.
  • Contract Problems
Beberapa pelanggan gagal untuk menyediakan layanan sesuai dengan tingkatan yang ada di kontrak sehingga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk sesuatu yang tidak tertulis pada kontrak. Internal Cost Reduction Opportunities Organisasi dapat menghemat biaya dengan denganmeningkatkan manajemen Teknologi Informasi perusahaan tersebut.
Berikut beberapa guideline atau panduan untuk membantu suatu organisasi melakukan outsourcing terhadap sebagian atau keseluruhan fungsi Teknologi Informasi di perusahaan tersebut, yaitu diantaranya :
  • Short-period contracts
Kontrak outsourcing biasanya berlaku untuk jangka waktu yang panjang (5-10 tahun). Karena Teknologi Informasi berkembang sangat cepat maka mungkin saja pelanggan sudah tidak terarik setelah lima tahun. Maka, jika kontrak jangka panjang, perlu dilakukan negosiasi untuk melakukan revisi terhadap sistem jika diperlukan.
  • Subcontracting
Perusahaan mungkin melakukan subcontract untuk beberapa layanan ke perusahaan-perusahaan lain. Kontrak harus memberikan pelanggan beberapa kontrol atas keadaaan-keadaan termasuk pemilihan perusahaan dan pengaturan subcontract.
  • Selective Outsourcing
Perusahaan pada umumnya tidak melakukan outsource terhadap fungsi Teknologi Informasi secara mayoritas tapi hanya melakukan outsource untuk beberapa area saja

13.5 Membangun Aplikasi Internet dan Intranet
13.5.1 Strategi Pengembangan Intranet dan Internet
Web Browser merupakan teknologi yang sangat sederhana, sehingga banyak perusahaan yang tidak menggunakan metode SDLC untuk mengembangan internet/intranet. untuk tahap awal perencanaan, hal yang dilakukan adalah mengidentifikasi tujuan dari web sites organisasi. Tujuan ini bermacam-macam tergantung apakah web site tersebut berada di internet yang merepresentaskan organisasi tersebut ke masyarakat umum, di ekstranet untuk digunakan dengan rekan bisnis atau di intranet, yang hanya digunakan untuk kebutuhan pegawai perusahaan saja.
Tahapan planning ini juga harus mencakup masalah kebutuhan infrastruktur, keamanan, dan hukum.Keamanan harus sesuai dengan kegunaan setiap situs, dengan menggunakan firewall untuk melindungi data dan program, dan dengan mekanisme untuk melindungi keamanan transaksi pelanggan.

13.5.2 Web dengan Bahasa Pemrograman Java
Pada umumnya web internet dan intranet dibuat dengan menggunakan bahasa HTML, bahasa sederhana yang sangat bermanfaat untuk menampilkan kandungan statis ke pembaca.s HTML memiliki kemampuan yang terbatas untuk berinteraksi dengan pembaca untuk menyediakan informasi yang secara berkesinambungandiperbarui.
Bahasa pemrograman lain yang dapat digunakan untuk membangun web di intranet/internet adalah Java. Java meruapakan bahasa pemrograman yang khusus dirancang untuk berjalan di jaringan. Program java dapat dikirmkan dari suatu web server melalui internet dan dijalankan di komputer untuk menampilkan web page. Java merupakan bahasa pemrograman yang object-oriented, sehingga pengambangan object-oriented relevan penggunaannya. Namun demikian program Java WebPage, yang disebut applet harus berukuran kecil, untuk menghindari penundaan atau keterlambatan dalam pengiriman data melalui internet. Program java berjalan sangat lamban dibandingkan program dengan bahasa lain, sehingga harus diusahakan agar ukuran program tersebut kecil.
by Facebook Comment

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar