[] [ ]readmore

Rabu, 04 Januari 2012

STABILISER, harus itu!

Listrik dari PLN (Perusahaan Listrik Negara) Indonesia yang akan diterima konsumen rumahan atau usaha kecil menengah memiliki voltase 220 volt, tapi tentu saja itu tidak bisa dijadikan jaminan. Banyak faktor yang menyebabkan voltase bisa berkurang yang datang ke rumah kita, atau yang paling parah berubah-ubah/tidak stabil. Survai di tempat penulis (Kopo, Kec. Kutawaringin) voltase listrik bisa turun-naik antara 180volt-225volt. Tapi di tempat lain yang bahkan masih satu kecamatan dengan kami bisa turun sampai 160volt dan bisa menyebabkan komputer mati mendadak atau restar ulang.
Maka pilihan bijak adalah menggunakan Stabiliser (penstabil tegangan/voltase) untuk alat-alat elektronik Anda, terutama komputer.

Lalu seperti apa stabiliser yang bagus dan cocok bagi kantong kita? Mari kita bahas sama-sama!
Pertama, jenis stabiliser ada 2:

(1) Stabiliser Servo Motor


(2) Stabiliser Travo.



Perbedaan yang sangat jelas dari keduanya adalah, bahwa sistem servo motor merupakan stabiliser yang mengatur output tegangan menjadi stabil dengan menggunakan motor penggerak, gerakannya cenderung halus karena tidak terjadi hentakan seperti pada sistem travo, karena stabiliser travo untuk menstabilkan tegangan menggunakan sistem relay yang gerakannya cenderung kasar karena terjadi hentakan. Hal inilah yang menurut penulis membuat sistem servo lebih unggul dari pada sistem travo.

Selain menggunakan sistem relay, untuk adaptor laptop, misalnya, sistem penstabil tegangan itu menggunakan transistor yang bekerja pada jalur DC (arus searah). Toleransi tegangan yang dapat masuk pada adaptor itu sangan besar, bisa mencapai 55% (100 – 240 volt). Sistem transistor ini digunakan juga pada PSU (power supply unit) komputer, tetapi toleransinya yang penulis ketahui tidak melebihi 15% (185 – 240 volt). Atau ada yang bisa lebih?.
Karena PSU komputer yang kita gunakan memiliki toleransi yang rendah pada tegangan yang masuk (apalagi PSU yang murahan), maka penstabil tegangan dengan toleransi yang tinggi sangatlah penting!
Stabiliser rata-rata memiliki toleransi sampai 25% atau bahkan lebih untuk yang servo motor. Secara teori sistem servo motor seharusnya bisa melebihi toleransi tegangan di atas 55%, tetapi penulis belum dapat membuktikannya.

Kedua, sekarang saatnya Anda menetukan pilihan. Stabiliser travo pada umumnya dijual dengan harga murah, bahkan ada yang menjual dengan harga Rp20.000,-, harga yang sangat murah, tapi jika itu barang murahan, bukannya dapat tegangan yang stabil, malah komputer bisa menjadi korban murahan. Terkadang di dalam stabiliser yang murah itu, bukannya sistem travo relay yang kita dapatkan, tetapi hanya travo yang berfungsi sebagai slow-start. Untuk stabiliser travo relay standar biasanya di jual diharga lima puluh ribuan ke atas. Tetapi saran penulis, bila Anda yakin PSU yang digunakan merupakan PSU berkelas, sebaiknya Anda tidak perlu repot membeli stabiliser jenis ini karena tidak akan banyak membantu.

Tentu saja pilihan penulis jatuh pada stabiliser servo motor, selain toleransi yang cukup besar, sistem servo motor lebih tahan lama karena tidak terjadi hentakan seperti sistem relay. Yang harus diperhatikan ketika Anda membeli Stabiliser jenis ini diantaranya:
(a) Pastikan stabiliser yang Anda beli tahan lama
      (minimal bergaransi 1 tahun)
(b) Pastikan toleransi real (sebenarnya) di atas 25%
      (menerima input 160 – 240 volt)
(c) Beli stabiliser dengan daya/watt sesuai kebutuhan
      (500VA/300 Watt untuk 1 unit komputer dengan monitor LCD)
Selamat membeli!
by Facebook Comment

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar