[] [ ]readmore

Rabu, 04 Januari 2012

Baterai Awet, Korbankan Laptop!

Setiap perangkat elektronik yang digunakan oleh penguna banyak bergerak atau mobile, tidak akan pernah terlepas dari kebutuhannya akan baterai yang berkualitas dan tahan lama. Maka banyaklah bermunculan tips-tips yang diharapkan dapat membuat baterai pada perangkat elektronik yang kita miliki bekerja maksimal dan tentu saja tahan lama (tidak cepat ngedrop).

Penting kiranya bagi kita sebagai pengguna yang sudah hampir tidak bisa lepas dari kinerja baterai, mengetahui jenis-jenis baterai yang kita gunakan dan bagaimana cara perawatannya. Tapi supaya lebih jelas dan lebih menyakinkan, kita dapat langsung melihatnya di wikipedia.org/Battery (electricity).
Baterai yang sekarang banyak digunakan dalam peralatan elektronik adalah jenis Lithium-ion (Li-ion) dan Lithium-ion polymer (Li-poly). Keterangan lebih lanjut bisa kita lihat di Wiki-nya.

Karena yang penulis ingin tekankan di sini adalah tips yang sudah banyak di lakukan ketika kita berharap dapat membuat baterai laptop menjadi lebih awet/tahan lama; yaitu “tidak menggunakan baterai”. Anda juga pasti setuju bahwa ini adalah tips paling jitu, benerkan? bahwa apabila kita menggunakan laptop atau netbook di tempat yang terdapat colokan listrik maka supaya baterai awet, lepaslah baterai Anda dan simpan di dalam tas! Tips ini berdasarkan teori bahwa usia baterai itu dihitung dari seberapa sering baterai dicash/isi ulang, semakin sering baterai diisi ulang maka baterai akan semakin singkat daya simpan listriknya. Jadi apabila baterai jarang dicash maka dia akan lebih awet, benerkan?
Penulis percaya dan telah membuktikan teori itu, tapi laptop tanpa baterai sangat rawan akan keruksakan akibat listrik yang mati mendadak, seperti di rumah penulis yang sering banget mati listrik, maklum kampung, he….

Kalau penulis boleh ngasih saran, supaya baterai awet tapi laptop Anda tidak dikorbankan, silahkan ikuti langkah penulis (tapi tidak menjamin 100% ya!):
  1. Kecuali laptop akan disimpan lama, jangan pernah buka baterai, tetapi adaptor dilepas.
  2. Apabila baterai laptop Anda pernah terpakai, terus habiskan, jangan pasang adaptor sebelum laptop Anda memberi sinyal baterai akan habis (rata-rata tinggal 10%).
  3. Apabila indikator baterai menandakan baterai penuh, tidak perlu mencabut adaptor, karena teknologi laptop secara otomatis menghentikan pengisian baterai, jadi tidak ada lagi istilah Battery Overheating
  4. Dalam keadaan baterai penuh, selalu gunakan adaptor, karena teknologi laptop mengetahui bahwa baterai penuh jadi tidak akan melalukan proses pengisian baterai. Jadi baterai tetap awet dan laptop Anda akan aman apabila terjadi mati listrik.
  5. Apabila Anda yakin baterai selalu dicash sampai penuh sebelum laptop disimpan dan adaptor dilepas, tetapi ketika adaptor dipasang, sinyal baterai menandakan sedang proses isi ulang, kemungkinan baterai bios laptop Anda telah habis jadi akan terus menggunakan listrik dari baterai utama, atau baterai laptop Anda sudah benar-benar ngedrop.
Inilah pengalaman penulis, semoga bermanfaat.
by Facebook Comment

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar