[] [ ]readmore

Minggu, 15 Januari 2012

Perangkat Lunak Komputer (Software)


3.1 Sejarah Perangkat Lunak
Aplikasi komputer pertama dalam dunia bisnis dibuat pada awal tahun 1950. Perangkat Lunak (software) pada saat itu tidak begitu penting pada sistem computer dibanding dengan sekarang sebab pada masa itu perangkat keras (hardware) untuk memproses setiap aplikasi masih dikerjakan oleh tangan. Saat ini perbandingan software presentasinya sudah lebih tinggi dalam hal segi biaya dibandingkan dengan pada tahun 1950.

3.1.1 Krisis Perangkat Lunak
Faktor yang merupakan penghambat utama dari manajemen krisis Perangkat lunak. Terjadi krisis software karena suatu orgranisasi tidak dapat membuat software baru
dengan cukup cepat untuk dapat menyamaai perubahan bisnis yang begitu cepat dan perkembangan teknologi yang cepat pula.
Tidak hanya membangun aplikasi baru dengan cepat, tetapi software yang ada juga harus dipelihara dengan baik. Peningkatan kompleksitas dari software juga akan menambah tingkat kesalahan (error or bugs).Kesalahan yang besar karena uji coba dan debugging software membutuhkan biaya yang besar dan waktu yang lama.

3.1.2 Software Fundamental
Software berisi program komputer yakni urutan instruksi untuk komputer. Proses pembuatan program disebut Programming dan orang yang mengerjakan/membuat program disebut Programmer.
System Software adalah sekumpulan instruksi yang bertindak sebgai perantara antara perangkat keras (hradware) dengan program aplikasi, dan dapat langsung dimanupilasi oleh pengguna yang berpengetahuan.
Aplikasi perangkat lunak adalah sekumpulan instruksi komputer yang menyediakan fungsi-fungsi lebih spesifik kepada pengguna. Contoh fungsi seperti pengolah kata, atau program pembayaran (payroll program).

3.2 Sistem Perangkat Lunak (Systems Software)

System software adalah bagian dari program yang mengontrol dan mendukung sistem komputer dan sistem software merupakan informasi dari aktifitas proses. Dan sistem software juga memberikankemudahan untuk programming, testing dan debugging pada program komputer.
Sistem software biasanya berdiri sendiri dari beberapa tipe aplikasi dan mendukung aplikasi Perangkat lunak dengan mengarahkan fungsi dasara dari komputer.Dan system computer dibagi menjadi dua bagian yakni system control program dan system support program.

3.2.1 System Control Programs
System control programs mengontrol penggunaan hardware, software, dan sumber data pada komputer system. System control program utama adalah Sistem Operasi (Operating System/OS). Sistem Operasi mengawasi semua kegiatan pada computer, termasuk mengontrol penjadwalan operasi dan status komputer (juga termasuk
mengontrol proses input dan output). Di samping itu, Sistem Operasi mengalokasikan waktu CPU dan memori utama untuk menjalankan program di computer dan juga menyediakan perantara (interface) bagi user dan hardware. Interface ini menyembunyikan kompleksitas sebuah hardware dari user. Jadi, user tidak perlu tahu bagaimana sebenarnya hardware beroperasi, melainkan cukup sebatas apa yang akan dilakukan oleh hardware dan apa yang harus dilakukan oleh user untuk memperoleh hasil yang diinginkan. Selain itu, sistem operasi menyediakan layanan Proses Manajemen, Virtual Memori, Manajemen File, Security, Fault Tolerance, dan User Interface.
Process management adalah mengatur jalannnya program atau beberapa program (jobs) pada processor dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Contoh sederhana misalnya system operasi memasukkan sebuah program ke dalam memori utama lalu menjalankan program tersebut.Beberapa sistem operasi menawarkan proses manajemen yang lebih sulit, seperti multitasking, multithreading, dan multiprocessing. Multitasking atau multi programming adalah penanganan terhadap dua program atau lebih yang sedang berjalan di komputer dalam waktu yang bersamaan. Multithreading adalah bentuk multitasking yang terfokus pada menjalankan beberapa tugas pada suatu aplikasi secara bersamaan. Contohnya, sebuah aplikasi word processor dapat mengedit sebuah dokumen ketika pada dokumen yang lain dilakukan proses spell-checked.
Time-Sharing merupakan lanjutan dari multiprogramming. Pada Time-Sharing, sejumlah pengguna menjalankan komputer secara online di CPU yang sama (server), tetapi menggunakan terminal output/input yang berbeda. Multiprocessing terjadi ketika sebuah sistem komputer dengan dua prosesor atau lebih dapat menjalankan lebih dari satu program atau tugas dalam waktu yang telah ditentukan dengan mengalihkan program atau tugas tersebut ke prosesor lain.
Virtual Memory berfungsi untuk mensimulasikan tambahan kapasitas main memory yang telah ada di komputer. Manajemen file dan keamanan merupakan kegiatan mengatur pengelompokan dan akses file yang disimpan di secondary storage. Sistem operasi membuat dan mengatur struktur direktori yang mengijinkan file dibuat dan diambil berdasarkan nama file dan juga mengontrol akses terhadap semua file yang berdasar pada hak akses yang diberikan.
Fault Tolerance adalah kemampuan dari sistem untuk menghasilkan nilai/hasil benar dan untuk tetap melanjutkan proses ketika ada kesalahan (error) yang timbul. Graphical User Interface (GUI) memungkinkan user untuk bisa mengontrol dan melakukan perintah langsung melalui objek yang tampil (seperti icon) yang telah menggantikan perintah yang kompleks.

3.2.2 System Support Programs
System Support Programs mendukung operasi, manajemen, dan user suatu sistem
computer dengan menyediakan berbagai macam layanan dan dukungan. Contohnya adalah system utility program, performance monitor, dan security monitor.
System Utility Program
System Utiliy Program merupakan program yang telah dibuat untuk menyelesaikan tugas, seperti mengurutkan record, mengecek integriti dari disket dan membuat direktori dan subdirektori.
System Utility Program juga mengembalikan file yang telah dihapus, mencari file dalam direktori, mengatur penggunaan memori, serta mengarahkan
(redirect) output.
System Performance Monitor

System Performance Monitor merupakan program yang memonitor prosesdari tugas-tugas (jobs) dalam sebuah computer.

System Performance Monitor memonitor kemampuan dari computer dan menghasilkan laporan (report) yang isinya berhubungan dengan sumber daya system seperti waktu processor, space memori, peralatan input/output dan system dan program aplikasi.

System Security Monitor
System Security Monitor adalah program yang memonitor penggunaan system computer untuk memproteksi computer dan menjaga sumberdaya dari pengguna (user) yang tidak terdaftar, menjaga dari kerusakan akibat user lain.

3.3 Aplikasi Perangkat Lunak (Application Software)
Berisi instruksi-instruksi yang memerintahkan sistem komputer untuk melakukan aktivitas proses informasi yang spesifik dan memberikan fungsi yang spesifik pula kepada user.

3.3.1 Jenis Aplikasi Perangkat Lunak
Aplikasi perangkat lunak memiliki jenis sebagi berikut :

Proprietary Application Software
Kebutuhan bisnis yang unik untuk suatu perusahaan. Software ini dibuat di tempat sendiri (in-house) oleh anggota organisasi sistem informasi atau oleh wakil (commisioned) sebuah perusahaan software.

Off the shelf Application Software
Software ini dapat dibeli atau disewa dari vendor yang membuat program dan menjualnya ke beberapa organisasi. Software ini merupakan paket standar untuk kegunaan yang spesifik atau bisa juga dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan.

3.3.2 Jenis Aplikasi Personal Perangkat Lunak (Types Of

Personal Application Software)
meningkatkan kemampuannya. Terdiri dari :Spreadsheet, Data Management, Word Processing, Desktop Publishing, Graphics, Multimedia, Communication, Speech Recognition Software, Groupware.

3.3.3 Gabungan Software (Software Suites)
Merupakan koleksi dari paket – paket software aplikasi yang mana merupakan gabungan dari beberapa aplikasi atau gabungan dari sembilan aplikasi yang disebutkan di atas (spreadsheet, data management, word processing, desktop publishing, graphics, multimedia, communication, speech recognition software, groupware). Contohnya adalah Microsoft Office, Novell Perfect Office, communication tools, dan Lotus Smartsuite.

3.4 Permasalahan Software (Software Issues)
Kepentingan dari software dalam system computer telah menimbulkan persoalan
baru untuk pimpinan organisasi. Persoalan – persoalan baru tersebut adalah pemilihan dan penilaian software, lisensi software, upgrade software, dan open source system.

Pemilihan dan Penilaian Software
Memilih dan menilai software merupakan suatu kesulitan karena dipengaruhi oleh beberapa faktor lain :
  • Size and location of current and future user base
  • Tools Sistem Administrasi
  • Initial and subsequent cost
  • Kemampuan Sistem yang sekarang dan yang akan datang (Current and future system capabilities)
  • Existing computing environment
  • In-house technical skills

Software Licensing
Para pemilik software menghabiskan banyak waktu dan uang untuk mengembangkan software mereka. Oleh karena itu mereka meproteksi software mereka supaya tidak dicopy dan didistribusikan, baik oleh orang lain (inviduals) maupun perusahaan software lainnya.
Sebuah perusahaan dapat memberikan copyright (hak cipta perijinan) terhadap softwarenya, yang berarti U.S Copyright Office setuju untuk memberikan perusahaan tersebut hak legal yang eksklusif untuk memproduksi lagi, mempublikasikan, dan menjual software tersebut.
Lisensi adalah izin pengakuan hukum untuk terrikat dalam suatu aktivitas.
Software Upgrades
Para pemilik software merevisi program mereka and menjual versi baru tersebut. Software yang sudah direvisi itu mengandung perbaikan yang cukup berarti atau bias juga mengandung sedikit kemampuan tambahan. Software yang sudah direvisi juga dapat mengandung bugs.
Open Systems
Konsep dari open system adalah model dari computing products yang bekerja bersama. Hal ini mungkin terjadi dengan cara menggunakan operating system yang sama yang memiliki software yang kompatibel pada seluruh komputer yang berbeda yang akan berinteraksi antara satu dengan yang lainnya.

Open Source Software
Beberapa contoh Open Source Software : GNU suit of software, LINUX operating system, Apache Web Server, sendmail SMTP, the Perl Programming Language dan the Nestcape Mozilla, dan sun’s StarOffice Application suite.

3.5 Bahasa Pemrograman
3.5.1 Bahasa Mesin (Machine Language)

Bahasa mesin adalah level terendah bahasa computer. Kode mesin dalam disusun oleh binary digits. Bahasa mesin merupakan satu – satunya bahasa yang dimengerti oleh mesin, oleh karena itu diangap sebagai bahasa generasi pertama.

3.5.2 Bahasa Rakitan (Assembly Language)
Assembly language lebih mudah digunakan dari pada bahasa mesin, karena merepresentasikan ulang instruksi-insruksi bahasa mesin dan data location di primary storage dengan menggunakan mnemonics, atau memory aids. Assembly language dianggap sebagai bahasa pemrograman generasi kedua.

3.5.3 Bahasa Prosedural (Procedural Language)
Bahasa ini disebut sebagai bahasa generasi ketiga atau 3GLS. Sebuah kalimat dalam bahasa prosedural diterjemahkan ke dalam instruksi-instruksi bahsa mesin, oleh karena itu membuat programmer menjadi lebih produktif. Procedural languages mengharuskan programmer mengspesifikasikan, langkah demi langkah, bagaimana seharusnya komputer menyelesaikan sebuah tugas. Bahasa procedural berorientasi pada bagaimana sebuah hasil diproses.

3.5.4 Bahasa tidak Prosedural/terprosedure (Nonprocedural Language)
Bahasa ini merupakan bahasa generasi keempat (4 GLs) dimana merupakan bahasa tingkat tinggi lain yang memperbolehkan user untuk menentukan hasil yang spesifik tanpa harus mempunyai spesifik detil prosedur yang dibutuhkan untuk menghasilkan suatu hasil (query).
Keuntungan dari bahasa ini adalah dapat digunakan oleh nonteknikal user dan biasanya di dalam lingkungan aplikasi database sebagai bahasa queri, pembuat laporan, dan untuk manipulasi data.

3.5.5 Bahasa Pemrograman Natural (Natural Language)
Bahasa generasi ke lima atau ”bahasa cerdas”. Translatornya menterjemahkan bahasa natural menjadi sebuah bentuk yang dapat dibaca oleh mesin yang benar – benar kompleks.

3.5.6 Bahasa Pemrograman Virtual
Bahasa pemrograman yang digunakan di dalam lingkungan grafik. Bahasa ini menggunakan mouse, icon, simbol di layar computer, atau pulldown menu untuk membuat pemrograman ini menjadi mudah dan lebih intuitive. Bahasa ini sangat populer di kalangan pengguna nonteknikal. Contohnya VB, C++, Vfoxpro, dll.

3.5.7 HTML (Hypertext Markup Language)
Bahasa standar yang digunakan untuk pembuatan halaman web atau word wide wibe, dengan hypertext dan informasi lain yang akan ditampilkan pada halamanweb. Dokumen hypertext bias berisi teks, gambar, dan tipe informasi lain seperti data file, audio, video, dan program executeable.

3.5.8 Extensible Markup Language (XML)
            XML didesain untuk memperbaharui fungsionalitas dari Web Document dengan menyediakan identifikasi informasi yang lebih fleksible dan adaptable. XML merupakan bahasa pemrograman sebagai cara menggambarakan data dengan tujuan utama adalah untuk memfasilitasi kegiatan berbagi data antara sistem yang berbeda-beda khususnya sistem yang terhubung dengan internet.

3.5.9 Componentware
Componentware digunakan untuk menggambarkan component-based software application.

3.5.10 Virtual Reality Modeling Object
Virtual Reality Modeling Object merupakan format file yang menggambarkan pemodelan interaktif dan objek tiga dimensi. VRML pda prinsipnya sama dengan html, jika html bahasa teks untuk internet, maka VRML merupakan bahasa pemodelan yang juga bisa diakses internet. VRML bukan bahasa pemrograman. Dikatakan pemodelan interaktif karena memungkinkan viewer utnuk langsung berinteraksi dan menjelajahi model secara visual.

3.5.11 Bahasa Pemrograman Object Oriented
            Dasar pemikiran dari bahasa pemrograman berorientasi objek adalah suatu program komputer dapat dipandang sebagai kumpulan dari unit-unit tunggal atau objekobjek yang dapat melakukan aksi atau tindakan satu sama lain. Hal ini merupakan kebalikan dari pandangan tradisional dimana suatu program komputer dipandang sebgai kumpulan fungsi-fungsi atau hanya sebagai daftar instruksi-instruksi terhadap komputer. Setiap objek pada bahasa pemrograman berorientasi objek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim pesan kepada objek lain. Setiap objek dapat dipandang sebagai suatu mesin yang independen dengan tanggung jawab tertentu.

3.6 Piranti Lunak Perusahaan (Enterprise Software)
            Untuk menanggapi tantangan dan kemampuan dalam berkompetisi, perusahaan harus sering memperbaiki proses bisnis organisasinya. Masalah serius yang dihadapi sebagian besar organisasi adalah kemampuan terhadap perubahan pada komplekstias yang tinggi yang timbul dari berbagai macam hardware dan software yang mereka gunakan.

3.6.1 Streamlining Organizational Software
            Organisasi menginginkan paket program yang dibutuhkan oleh organisasi yang dapat mendukung integrasi antara modul fungsional (seperti sumberdaya manusia, operasional, marketing, dll).

3.6.2 Middleware
            Middleware adalah software yang didesain untuk menghubungkan  applicationmodules yang dikembangkan pada bahasa pemrograman yang berbeda dan dijalankan di platforms yang berbeda baik itu pada single machine atau over a network.

3.6.3 Organization-Wide Applications
            Enterprise software berisi program yang dapat mengatur operasi vital sebuah organisasi (enterprise), seperti supply chain management, inventory replenishment (perlengkapan persediaan), pemesanan (ordering), koordinasi persediaan (logistics coordination), manajemen sumber daya (human resources management), manufacturing, operasional, akunting dan manajemen keuangan.
by Facebook Comment

1 komentar:

  1. saya mahasiswa dari Jurusan Informatika
    Artikel yang sangat menarik, bisa buat referensi ini ..
    terimakasih ya infonya :)

    BalasHapus