[] [ ]readmore

Minggu, 15 Januari 2012

Pengenalan Teknologi Informasi

1.1 Bisnis dan Zaman Informasi
Kita sedang berada pada zaman informasi dimana keberuntungan tumbuh dari ide-ide inovatif dan penggunaan cerdas terhadap informasi.
Bisnis-bisnis pada zaman informasi harus lengkap dalam menghadapi tantangan bisnis, salah satu yang paling sering berubah, kompleks, global, mengalami kompetisi yang luar biasa, dan berorintasi konsumen. Perusahaan-perusahaan harus secara cepat berekasi terhadap masalah-masalah dan kesempatan-kesempatan yang tumbuh dari lingkungan bisnis moderen. Lingkungan bisnis modernn merujuk pada kombinasi faktor sosial, legal, ekonomi, fisik, dan politik yang mempengaruhi aktivitas-aktivitas bisnis.
Lingkungan bisnis pada zaman informasi menimbulkan banyak tekanan terhadap perusahaan. Organisasi bisa saja menanggapi secara reaktif terhadap tekanan yang memang sudah ada, atau proaktif terhadap tekanan-tekanan yang bisa diantisipasi. Tanggapan perusahaan biasanya difasilitasi oleh Teknologi Informasi, yang dalam sebuah artian luas adalah sekumpulan komponen-komponen teknologi individual yang biasanya diorganisasi oleh Sistem Informasi Berbasis Komputer (Iss). Dalam beberapa kasus, TI adalah satu-satunya solusi untuk menangani tekanan-tekanan bisnis.
Banyak dari tanggapan-tanggapan organisasi yang difasilitasi atau ditingkatkan oleh teknologi informasi. Tanggapan-tanggapan utama antara lain ada 5 macam, yaitu :
  1. Sistem strategis
Organisasi mencari untuk mengimplementasi sistem yang akan secara signifikan mempengaruhi operasi organisasi, keberhasilan, atau pertahanan. Sistem strategi yang demikian ini menyediakan organisasi dengan keuntungan-keuntungan strategis untuk memenuhi kebutuhan organisasi, memungkinkan mereka meningkatkan pangsa pasar mereka, untuk bernegosiasi dengan lebih baik dengan supplier-supplier mereka, atau mencegah pesaing-pesaing mereka memasuki pasar mereka.
  1. Fokus konsumen dan layanan
Peningkatan kekuatan konsumen dan kompetisi dalam banyak industri dan paksa memaksa organisasi mengadopsi sebuah pendekatan berorintasi konsumen. Dengan kata lain, mereka harus lebih memberi perhatian kepada konsumen dan kesukaan mereka. Kadang-kadang pendekatan ini melibatkan perekayasaan kembali organisasi menjadi lebih baik untuk memenuhi permintaan konsumen. Ini bisa dilakukan sebagian dengan perubahan proses manufaktur dari produksi massal menjadi kustomasi massal. Dalam kustomasi massal, perusahaan menghasilkan kuantitas besar barang yang dimanufaktur untuk memenuhi keinginan setiap konsumen. Teknologi informasi mendukung kustomasi massal.
  1. Usaha peningkatan terus-menerus
Sebagai tanggapan terhada tekanan bisnis, banyak badan juga melakukan usaha terus-menerus untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas mereka. Produktivitas adalah rasio antara outpus dan input. Perusahaan bias meningkatkan produktivitas dengan meningkatkan output, mengurangi biaya, meningkatkan output lebih cepat dari biaya, atau kombinasi dari hal-hal ini.
Teknologi informasi digunakan secara extensive untuk keduanya baik produktivitas maupun peningkatan kualitas. Salah satu usaha mengurangi biaya yang sudah sangat sukses dan diadopsi secara luas adalah industri manufaktur, yaitu pendekatan just in time (JIT) . JIT berusaha mengurangi biaya dan meningkatkan aliran kerja dengan menjadwalkan bahan-bahan dan bagian-bagian tiba ke sorkstation tepat ketika mereka dibutuhkan.
Peralatan peningkatan organisasi yang digunakan secara luas adalah total quality management (TQM). TQM secara korporate diorganisasi untuk meningkatkan kualitas dimanapun dan kapanpun memungkinkan. Teknologi informasi bisa meningkatkan TQM dengan meningkatkan monitor data, koleksi, analisis, dan pelaporan. IT juga bisa meningkatkan kecepatan inspeksi, meningkatkan kualitas pengujian, dan mengurangi biaya untuk melaksanakan aktivitas kontrol kualitas ini. Akhirnya, TI bisa membantu mengatasi masalah-masalah kualitas sebelum masalah-maslaah ini muncul.
  1. Merekayasa kembali proses bisnis
Organisasi bisa saja menemukan bahwa usaha peningkatan yang terus-menerus mempunya efektivitas yang terbatas terhadap tekanan bisnis yang kuat. Dalam beberapa kasus, pendekatan baru yang disebut Business Process Reengineering (BPR) bisa dipakai.
BPR atau merekaya kembali proses bisnis, memperkenalkan inovatif utama dalam sebuah struktur organisasi dan cara BPR itu mempengaruhi bisnis. Proses, teknologi, manusia, dan dimensi organisasi dari sebuah badan bias berubah keseluruhan.
  1. Menguatkan pekerja dan mempercepat kerja kolaboratif
Memberikan authorisasi kepada pekerja untuk bertindak dan mengambil keputusan mereka sendiri adalah strategi yang digunakan oleh banyak organisasi sebagai bagian dari BPR. Managemen mendelegasikan authorisasi untuk tim-tim yang diarahkan secara langsung yang akan mengeksekusi pekerjaan menjadi lebih cepat dan keterlambatan yang lebih sedikit dari yang dimungkinkan dilakukan struktur organisasi tradisional. TI mengijinkan desentralisasi dalam pengambilan keputusan dan authorisasi tetapi secara simultan mendukung kontrol sentralisasi.

1.2 Pengertian Teknologi Informasi
Teknologi Informasi (TI) : suatu istilah terhadap berbagai macam hal  dan kemampuan yang digunakan dalam pembentukan, penyimpanan, dan penyebaran informasi.

1.3 Perlunya Teknologi Informasi
Teknologi Informasi dianggap menjadi suatu hal yang sangat penting akhir-akhir ini. Pada umunya organisasi menggunakan teknologi informasi untuk kegiatan dalam organisasi tersebut. Pengelolaan informasi menjadi semakin penting dalam tahun – tahun terakhir ini dikarenakan antara lain :
  • Meningkatnya kompleksitas dari tugas manajemen
  • Pengaruh ekonomi internasional (globalisasi)
  • Perlunya waktu tanggap (response time) yang lebih cepat.
  • Tekanan akibat dari persaingan bisnis.

1.4 Sistem Informasi
Sistem Informasi mengumpulkan, memproses, menyimpan,  menganalisis,disseminate informasi untuk tujuan spesifik tertentu. Seperti sistem lainnya, sebuah sistem informasi terdiri dari input (data, instruksi) dan output (laporan, kalkulasi). Sistem Informasi memproses input dan menghasilkan output yang dikirim kepada pengguna atau sistem yang lainnya. Mekanismen timbal balik yang mengontrol operasi bisa dimasukkan juga. Seperti sistem lainnya, sebuah sistem informasi beroperasi di dalam sebuah lingkungan. Dalam mempelajari sistem informasi, perlu diketahui mengenai perbedaan data, informasi, dan pengetahuan.
Data adalah fakta-fakta mentah atau deskripsi-deskripsi dasar dari hal, event, aktivitas, dan traksaksi yang ditangkap, direkam, disimpan, diklasifikasikan, tetapi tidak diorganisasikan untuk tujuan spesifik tertentu. Contoh data antara lain terdiri dari saldo bank, atau jumlah jam pekerja yang bekerja dalam periode pembayaran.
Informasi adalah sekumpulan fakta (data) yang diorganisir dengan cara tertentu sehingga mereka mempunyai arti bagi si penerima. Sebagai contoh, bila kita memasukkan nama-nama murid dengan nilai rata-rata, nama-nama konsumen dengan saldo bank, jumlah gaji dengna jumlah jam bekerja, kita akan mendapatkan informasi yang berguna. Dengan kata lain, informasi datang dari data yang akan diproses.
Pengetahuan terdiri dari informasi yang sudah diorganisasikan dan diproses untuk
memperoleh pemahaman, pengalaman, pembelajaran yang terakumulasi, sehingga dapat diaplikasikan dalam masalah atau proses bisnis tertentu. Pengetahuan dapat juga diartikan sebagai informasi yang diproses untuk mengekstrak implikasi kritis dan merefleksikan pengalaman masa lampau menyediakan penerima dengan pengetahuan yang terorganisasi dengan nilai yang tinggi. Nilai ini bisa mencegah seorang manager membuat kesalahan yang sama yang telah manajer lain lakukan.

1.4.1 Sistem Informasi Berbasis Komputer
Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer-based information system (CBIS) adalah sebuah sistem informasi yang menggunakan komputer dan teknologi telekomunikasi untuk melakukan tugas-tugas yang diinginkan.
Teknologi informasi adalah komponen tertentu pada sebuah sistem. Tetapi hanya sedikit teknologi informasi yang digunakan secara terpisah. Alangkah baiknya, bila mereka digunakan secara dengan cara yang paling efektif, yaitu ketika mereka dikombinasikan atau digabungkan ke dalam sistem informasi.
Komponen-komponen dasar dari sistem informasi antara lain :
  1. Hardware : kumpulan peralatan seperti processor, monitor, keyboard, dan printer yang menerima data dan informasi, memproses data tersebut dan menampilkan data tersebut.
  2. Software : kumpulan program-program komputer yang memungkinkan hardware memproses data.
  3. Database : sekumpulan file yang berhubungan yang terorganisasi atau record-record yang menyimpan data dan hubungan di antara mereka.
  4. Network : sebuah sistem yang terhubung yang mengijinkan adanya pemakaian bersama sumber di antara komputer-komputer yang berbeda.
  5. People : elemen yang paling penting dalam sistem informasi, termasuk orang-orang yang bekerja dengan sistem informasi atau menggunakan outputnya.

1.4.2 Infrastruktur Informasi
Infrastruktur informasi terdiri dari fasilitas-fasilitas fisik, layanan dan manajemen
yang mendukung semua sumber daya komputer dalam suatu organisasi. Terdapat
lima komponen utama dari infrastruktur, yaitu :
  1. Perangkat Keras (hardware).
  2. Perangkat Lunak (software).
  3. Fasilitas Jaringan dan Komunikasi (networks and communication facilities) termasuk internet.
  4. Basis data (database).
  5. Information Management Personnel (Personalia manajemen informasi).

1.4.3 Arsitektur Informasi
Arsitektur informasi berbeda dengan arsitektur komputer yang menggambarkan kebutuhan perangkat keras dari sistem komputer. Arsitektur informasi adalah perencanaa terhadap kebutuhan informasi yang dibutuhkan oleh organisasi dan bagaimna proses kebutuhan-kebutuhan tersebut akan dipenuhi. Selain itu dapat diartikan sebagai panduan terhadap operasi dan blueprint untuk masa depan organisasi.
Dalam mempersiapkan arsitektur informasi,perancang (designer) membutuhkan
informasi-informasi yang dapat dibagi atas dua bagian :
1. Kebutuhan bisnis akan informasi
2. Infrastruktur informasi yang telah ada dan yang direncanakan

1.4.4 Kemampuan Sistem Informasi
Untuk mampu secara lengkap berada dalam lingkungan bisnis modern, organisasi mengharapkan sistem informasi mereka mempunyai banyak kemampuan yang kuat. Sistem informasi harus sanggup melakukan hal-hal berikut ini :
  • Menyediakan proses transaksi yang cepat dan akurat.
Setiap event yang muncul dalam sebuah bisnis disebut dengan transaksi. Transaksi termasuk penjualan barang, pembayaran kredit, deposito bank, dan lain-lain. Setiap transaksi menghasilkan data. Data ini harus ditangkap secara akurat dan cepat. Proses ini disebut proses transaksi, dan sistem informasi yang menangkap, merekam, menyimpan, dan mengupdate data-data ini disebut sistem proses transaksi.
  • Menyediakan penyimpanan kapasitas besar dan akses cepat terhadap penyimpanan ini.
Sistem informasi harus menyediakan baik penyimpanan yang memadai untuk data korporasi, dan juga akses yang cepat untuk data-data ini.
  • Menyediakan komunikasi yang cepat (mesin dengan mesin, manusia dengan manusia).
Jaringan memungkinkan pekerja organisasi dan komputer untuk berkomunikasi secara langsung di seluruh dunia. Jaringan kapasitas bertransmisi tinggi (yang mempunyai bandwidth tinggi) memungkinkan komunikasi cepat. Sebagai tambahan, mereka mengijinkan data, suara, image atau gambar, dokumen, dan video full motion yang ditransmisikan secara simultan. Jaringan juga menyediakan akses yang hampir langsung kepada pengambil keputusan, sehingga mengurangi informasi yang berlimpah.
  • Mengurangi informasi yang terlalu berlimpah
Sistem informasi (khususnya jaringan) sudah memberikan kontribusi kepada manager dari memperoleh terlalu banyak informasi. Sehingga manager kesulitan untuk membuat keputusan secara efisien dan efektif. Sistem informasi dirancang untuk mengurangi kelimpahan informasi ini. Span boundaries
Sistem informasi menghilangkan batasan-batasan dalam organisasi dan juga antar organisasi dalam sebuah rantai permintaan. Dalam organisasi, boundary spanning memfasilitasi pengambilan keputusan antara area-area fungsional, rekayasa proses bisnis, dan komunikasi. Sepanjang rantai permintaan, boundary spanning memfasilitasi untuk mempersingkat waktu hidup dalam penerimaan barang, mengurangi persediaan barang, dan meningkatkan kepuasan konsumen.
  • Menyediakan dukungan dalam pengambilan keputusan
Sistem dukungan keputusan membantu pengambil keputusan dalam sebuah organisasi dan pada semua level organsiasi. Pegawai pada level organisasi yang lebih rendah mempunyai authorisasi dan tanggung jawab untuk membuat keputusan yang lebih banyak dan lebih besar dari yang sebelumnya.
  • Menyediakan senjata kompetitif
Sekarang ini, sistem informasi dipandang sebagai pusat keuntungan dan diharapkan memberikan organisasi keuntungan untuk pesaingnya. Sistem informasi dihubungkan sepanjang rantai permintaan untuk memberikan keuntungan-keuntungan yang kompetitip kepada organisasi yang terjaring.

1.5 Prinsip dan Tujuan Teknologi Informasi
Prinsip adalah sebuah aturan yang mendasar, garis besar/acuan, atau ide motivasi,
di mana diaplikasikan pada sebuah situasi, yang menghasilkan hasil yang
diharapkan.
Tujuan Teknologi Informasi (TI) adalah untuk memecahkan masalah, untuk
membuka kreativitas, dan untuk meningkatkan efektivitas danefisiensi dalam
melakukan pekerjaan.
Prinsip ”High-Tech-High-Touch” yaitu : semakin anda tergantung pada teknologi
maju, seperti TI, semakin penting untuk mempertimbangkan aspek ”High-Touch”
yaitu sisi manusianya. Aspek yang ditekankan adalah kita harus selalu menyesuaikan TI dengan manusia
daripada meminta manusia untuk menyesuaikan dirinya dengan TI.

1.6 Fungsi Teknologi Informasi
Ada 6 fungsi dari Teknologi Informasi :
  1. Menangkap (Capture)
Mengkompilasikan catatan – catatan rinci dari aktivitas – aktivitas. Misalnya menerima inputan dari keyboard, scanner, mic, dsb.
  1. Mengolah (Processing)
Mengolah/memproses data masukan yang diterima untuk menjadi informasi. Pengolahan/pemrosesan data dapat berupa mengkonversi(mengubah data ke bentuk lain), menganalisis (analisa kondisi), menghitung (kalkulasi), mensintesis (penggabungan) segala bantuk data dan informasi. Data processing : memproses dan mengolah data menjadi suatu informasi. Information Processing : suatu aktivitas computer yang memproses dan mengolah suatu tipe/bentuk dari informasi dan merubahnya menjadi tipe/bentuk yang lain dari informasi. Multimedia system : suatu system komuter yang dapat memproses berbagai tipe / bentuk dari informasi secara bersamaan (simultan).
  1. Menghasilkan (Generating)
Menghasilkan atau mengorganisasikan informasi ke dalam bentuk yang berguna. Misalnya laporan-laporan, table, grafik, dsb.
  1. Menyimpan (Storage)
Merekam atau menyimpan data dan informasi dalam suatu media yang dapat digunakan untuk keperluan lainnya. Misalnya : simpan ke harddisk, tape, disket, CD, dsb.
  1. Mencari kembali (Rertrival)
Menelusuri, mendapat kembali informasi atau mengkopi (Coy) data dan informasi yang sudah tersimpan. Misalnya mencari kembali supplier yang sudah lunas, dsb.
  1. Men-Transmisi(Transmission)
Mengirim data dan informasi dari suatu lokasi ke lokasi lai melalui jaringan komputer. Misalnya mengirimkan data penjualan dari user A ke user lainnya, dsb.

1.7 Benefit/Keuntungan Penerapan Teknologi Informasi
Berikut keuntungan-keuntungan dari penerapan Teknologi Informasi :
  • Speed (Kecepatan)
Komputer dapat mengerjakan sesuatu perhitungan yang kompleks dalam hitungan detik, sangat cepat, jauh lebih cepat dari yang dapat dikerjakan oleh manusia.
  • Consistency (Konsistensi)
Hasil pengolahan lebih konsisten tidak berubah – ubah karena format (bentuknya) sudah standart, walaupun dilakukan berulang kali, sedangkan manusia sulit menghasilkan yang persis sama.
  • Precision (Ketepatan)
Komputer tidak hanya cepat, tapi juga lebih akurat dan tepat (presisi). Komputer dapat mendeteksi suatu perbedaan yang sangat kecil, yang tidak dapat dilihat dengan kemampuan manusia, dan juga dapat melakukan perhitungan yang sulit.
  • Reliability (Kehandalan)
Apa yang dihasilkan lebih dapat dipercaya, dibandingkan dengan dilakukan oleh manusia. Kesalahan yang terjadi lebih kecil kemungkinannya bila menggunakan komputer.

1.8 Teknologi Informasi dalam Berbagai Bidang
1.8.1 Bidang Akuntansi
Data dan informasi adalah ”darah” dari fungsi akuntansi. Sistem informasi
menangkap, mengorganisasi, mengalisis, dan megolah data dan informasi melalui
organisasi moderen. Secara virtual tidak ada perusahaan dalam dunia bisnis modern
yang menangani akuntansi mereka tanpa dukungan dari sistem informasi. Dan
sistem informasi akuntansi secara umum berintegrasi dengan sistem informasi lain
dalam bagian-bagian lain dalam sebuah organisasi besar, sehingga informasi
transaksi dari seorang sales atau sistem informasi marketing menjadi input untuk
sistem akuntansi.

1.8.2 Bidang Finance
Dunia finance modern berubah dalam hal kecepatan, volume, akurasi aliran informasi, semua terfasilitasi dengan sistem informasi advande dan telekomunikasi. Seperti akuntansi, sangat sedikit badan yang akan berusaha mengolah finance mereka tanpa bantuan sistem informasi yang bisa memonitor dunia pasar financial, mendukung pengambilan keputusan financial, menyediakan analisis kuntitatis, dan mendukung fungsi-fungsi financial yang lain.

1.8.3 Bidang Marketing
Internet dan World Wide Web sudah membuka channer baru untuk keseluruhan marketing dari bisnis ke bisnis dan bisnis ke konsumen. Mereka juga meningkatkan jumlah informasi yang tersedia secara dramatis untuk konsumen, mengijinkan perbandingan produk dan harga. Internet juga menyediakan banyak kontak yang lebih dekat antara konsumen dan supplier.

1.8.4 Bidang Produksi atau Manajemen Produksi
Setiap proses dalam rantai prosuk atau pelayanan yang bernilai bisa ditingkatkan dengan sistem informasi berbasis komputer yang sesuai. Dalam manufaktur, proses-proses ini muncul di mana-mana dari produksi supplier dan logistik, dan setelah penjualan sebuah produk.

1.8.5 Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen sumber daya manusia berubah secara radikal dan didukung oleh system informasi. Internet membuat sebuah jumlah peningkatan yang besar terhadap informasi mengenai pencari pekerjaan, meningkatkan pasar buruh. Terakhir, keahlian sistem informasi secara cepat berkembang dalam banyak karis. HR profesional harus mempunyai pengetahuan mengenai sistem-sistem ini dan keahlian untuk bisa direkruit dan dilatih.
by Facebook Comment

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar