[] [ ]readmore

Senin, 16 Januari 2012

Electronic Commerce


8.1 Pengertian E-Commerce
            E-Commerce adalah singkatan dari Electronic Commerce yaitu pembelian, penjualan dan pertukaran barang atau layanan dan informasi secara elektronik yaitu melalui jaringan komputer terutama internet. E-Commerce dapat diartikan dengan sangat luas, tidak hanya pembelian atu penjualan barang, teatapi jua layanan terhadap pelanggan, kerjasama dengan rekan bisnis serta membangun transaksi secara elektronik antara organisasi.

8.1.1 Jenis-Jenis E-Commerce
            E-Commerce terdiri atas beberapa jenis, yaitu sebagai berikut :
  1. Collaborative Commerce (C-Commerce)
Kerjasama secaa elektronik antara rekan bisnis. Kerja sama ini biasanya terjadi antara rekan bisnis yang berada pada jalur penyedeiaan barang (supply Chain).
  1. Business-to-Consumers (B2C)
Penjual adalah suatu organisasi dan pembeli adalah individu.
  1. Consumer-to-Business (C2B)
Pada jenis ini, konsumen memberitahukan barang atau layanan yang dibutuhkannya, dan selanjutnya organisasi-organisasi bersaing untuk menyediakan barang atau layanan tersebut kepada konsumen.
  1. Consumer-to-consumer
Penjualan barang atau layanan antara individu.
  1. Intrabusiness(Intraorganizational)Commerce
Pada jenis ini, organisasi menggunakan E-Commerce untuk meningkatkan kegiatan operasi organisasinya. Hal ini dikenal juga dengan sebutan Businessto- Employee (B2E).
  1. Government-to-Citizens (G2C) and to others
Pemerintah menyediakan layanan kepada masyarakat melalui teknologi ECommerce. Pemerintah juga dapat melakukan bisnis dengan pemerintah lain (Government-to-Government / G2G) demikian juga dengan organisasi lain (Government-to-Business / G2B).
  1. Mobile Commerce (m-Commerce)
E-Commerce yang dilaksanakan pada lingkungan tanpa kabel (wireless environment), seperti menggunakan telepon seluler untuk akses internet.

8.1.2 Sejarah dan Ruang Lingkup (Scope) E-Commerce
            Aplikasi e-commerce telah ada sejak awal tahun 1970 dengan inovasi sebagai transfer dana secara elektronik. Pada saat itu, aplikasi e-commerce tersebut digunakan masih terbatas untuk perusahaan-perusahaan besar, dan hanya sedikir perusahaan-perusahaan kecil yan gmemiliki keberanian untuk menggunakan aplikasi e-commerce tersebut. Selanjutnya, dengan adanya pertukaran data secara elektronik atau dikenal dengan Electronic Data Interchange (EDI), menambah berbagai macam proses transaksi lainnya dan memperluas jumlah pihak yang menggunakan e-commerce. Sejak maraknya penggunaan internet dan pengenalan Web di awal tahun 1990, e-commerce semakin meluas. Terdapat berbagai macam aplikasi e-commerce, diantaranya home banking, shopping in electronic malls, buying stocks, finding a job, lelang, kerjasama secara elektronik dan lain sebagainya. Implementasi dari berbagai macam aplikasi ecommerce tergantung atas empat kategori utama, yaitu : manusia, kebijakan umum, pemasaran/periklanan, dan logistik (Supply Chain Logistic).

8.1.3 Keuntungan E-Commerce
            Keuntungan-keuntungan e-Commerce beraneka ragam dibagi berdasarkan pihak
yang diuntungkan, seperti di uraikan berikut ini :
  1. Untuk Organisasi
    • Memperluas pasar perusahaan ke pasar nasional bbahkan internasional.
    • Memungkinkan perusahaan untuk memperoleh barang atau layanan dari perusahaan lain secara cepat dengan biaya yang minimal.
    • Mempersingkat atau mengurangi jalur distribusi pasar (marketing distribution channel). Barang jadi lebih murah dan keuntungan menjadi lebih tinggi.
    • Mengurangi (sebanyak 90%) biaya pembuatan, proses, penyaluran, penyimpanan, dan mendapatkan informasi dengan adanya proses digital.
    • Dapat mengurangi inventori barang dengan memfasilitasi pull-type supply chain management. Ini memungkinkan modifikasi produk dan mengurangi biaya inventori.
    • Membantu bisnis kecil untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar.
  1. Untuk Pelanggan
o   Menyediakan produk-produk dan layanan yang tidak mahal dengan memungkinkan konsumen untuk melakukan perbandingan secara online.
o   Memberikan konsumen lebih banyak pilihan. Memungkinkan konsumen untuk melakukan transaksi dalam 24 jam sehari, hampir di mana saja.
o   Memberikan informasi yang relevan dalam hitungan detik.
o   Memungkinkan konsumen untuk mendapatkan produk yang dapat dimodifikasi dengan harga yang bersaing.
o   Memungkikan bagi orang untuk bekerja dan belajar di rumah.
o   Memungkinkan lelang secara elektronik.
o   Memungkinkan konsumen untuk berinteraksi pada komunitas elektronik dan untuk bertukar pikiran dan membandingkan pengalaman.
  1. Untuk Masyarakat
o   Memungkinkan tiap individu untuk bekerja di rumah dan mengurangi berpergian, sehingga mengurangi kepadatan jalan raya, polusi udara.
o   Memungkinkan barang-barang dijual dengan harga yang rendah, sehingga meningkatkan taraf hidup masyarakat.
o   Memungkinkan orang untuk membangun negara dan daerah-daerah desa untuk menikmat produk-produk dan layanan yang tidak ada jika tidak melalui e-commerce. Hal ini termasuk kesempatan untuk mempelajarai profesi dan memperoleh gelar sekolah atau untuk mendapatkan perawatan kesehatan.
o   Memfasilitasi pemberian pelayanan umum, hal ini mengurangi biaya distribusi dan kesempatan terjadinya penipuan,serta meningkatkan kualitas layanan sosial, kerja polisi, layanan kesehatan dan pendidikan.

8.1.4 Batasan dan Kegagalan E-Commerce
            Disamping keuntungan-keuntungan, e-commerce juga memiliki batasan atau kekurangan-kekurangan, sebagai berikut :
  1. Batasan Teknis
o   Kurangnya pengakuan standar secara universal untuk kualitas, keamanan dan kehandalan.
o   Bandwidth telekomunikasi yang tidak mencukupi.
o   Masih melibatkan tools pengembangan perangkat lunak.
Kesulitan dalam mengintegrasikan Internet dan perangkat lunak ecommerce dengan aplikasi-aplikasi lain dan basis data.
o   Memerlukan web server khusus sebagai tambahan untuk server jaringan.
o   Mahal dan ketidaknyamanan akses internet untuk pengguna.
  1.  Batasan Non Teknis
o   Permasalahan legal yang tidak terpecahkan.
o   Kurangnya peraturan pemerintah dan standar industri nasional maupun internasional.
o   Kurangnya metodologi yang mapan untuk menjamin penyesuaian dan keuntungan dari e-commerce.
Banyak penjual dan pembeli menunggu e-commerce stabil, sebelum mereka terlibat di dalamnya.
o   Penolakan pelanggan untuk berubah dari toko nyata secara fisik menjadi toko virtual. Orang belum begitu percaya terhadap transaksi tanpa tatap muka secara langsung.
o   Persepsi bahwa e-commerce mahal dan tidak aman.
o   Jumlah penjual dan pembeli yang tidak mencukupi untuk keuntungan operasi e-commerce.

8.2 Aplikasi Business-to-Consumer
            Aplikasi Business-to-Consumer adalah aplikasi yang digunakan untuk melakukan transaksi antara suatu organisasi dengan konsumen. Beberapa aplikasi business-toconsumer yang utama akan dibahas selanjutnya pada sub bab ini.

8.2.1 Perdagangan Elektronik, Toko dan Mall
            Perdagangan Elektronik adalah penjualan langsung produk atau layanan melalui took elektronik, mall elektronik yang biasanya dirancang dengan katalog elektronik dan atau pelelangan elektronik. E-commerce memungkikan konsumen untuk membeli barang dari rumah dalam waktu 24 jam sehari, 7 hari seminggu, denga nmenawarkan berbagai macam jenis barang dan layanan termasuk barang yang sangat unik, dan biasanya dengan harga yang sangat rendah.

8.2.1.1 Toko Elektronik (Electronic Storefronts)
Toko elektronik dapat merupakan perluasan dari toko fisik yang melayani pembelian barang atau layanan secara elektronik. Layanan yang biasanya diperdagangkan pada toko elektronik adalah layanan perjalanan (traveling), electronic banking, asuransi, pencarian pekerjaan dan lain sebagainya.

8.2.1.2 Mall Elektronik (Electronic Malls)
Mall elektronik yang juga dikenal dengan nama cybermall atau e-mall, adalah kumpulan toko-toko pada suatu alamat internet. Tujuan utama dari mall elektronik adalah sama dengan mall biasa pada umumnya yaitu menyediakan tempat perbelanjaan yang menawarkan berbagai macam produk atau layanan. Setiap mall elektronik dapat terdiri dari banyak perusahaan.

8.2.1.3 Permasalahan pada Perdagangan Elektronik (Issues in etailing)
Permasalahan-permasalahan yang terdapat pada perdangan elektronik adalah :
Channel Conflict
Untuk perusahaan jenis click-and-mortar, maka akan terjadi konflik antara penyalur biasa (toko fisik) dan penjualan secara online (toko elektronik).
Order Fulfillment
Perdagangan elektronik mengalami kesulitan untuk mengirimkan barang dengan jumlah yang sangat sedikit ke banyak pembeli, sebab hal ini dapat mengeluarkan biaya yang sangat mahal. Kemampuan pedagang elektronik untuk berhasil Kebanyakan toko yang melaksanakan perdagangan murni secara elektronik saja tidak dapat bertahan. Perusahaan dalam hal ini mengalami permasalahan dengan hal mendapatkan pelanggan, pemenuhan pesanan dan peramalan permintaan.
Konflik dalam organisasi Click-and-mortar
Suatu perusahaan yang melakukan penjualan juga secara online untuk mendukung tokonya, akan mengalami konflik dengan operasi yang telah ada. Konflik dapat terjadi di bagian harga, alokasi sumber dana dan lain sebagainya.
Kurangnya dana
Model atau cara menghasilkan pendapatan yang tidak benar. Contohnya : banyak perusahan dot com yang menghasilkan pendapatan melalui iklan. Model atau cara ini tidak benar, karena terlalu banyak perusahaan dot com bersaing diantara sedikit iklan.

8.2.2 Industri Layanan Online
Penjualan barang atau layanan mellaui internet, dapat mengurangi biaya (cost) perusahaan. Namun pengurangan biaya tersebut tidak begitu besar dikarenakan barang tetap harus dikirimkan secara fisik. Hanya sedikit produk-produk yang berupa digital dan dapat dikirimkan secara online. Sementara pengiriman layanan dapat dilakukan sepenuhnya melalui elektronik. Untuk itulah industri atau bisnis layanan secara online berkembang sangat pesat. Beberapa layanan online utama adalah sebagai berikut :
  • Cyberbanking
            Cyberbanking adalah bank elektronik yang melaksanakan aktivitas-aktivitas           perbankan secara elektronik. International and Multiple-Currency Banking
  • Online Securities Trading
  • Pemasaran Pekerjaan Online (The Online Job Market)
            Internet menyediakan tempat untuk pencarian kerja dan untuk perusahaan mencari pekerja yang tepat bagi perusahaannya. Pasar pekerjaan online ini      digunakan oleh : pencari kerja, pemberi tawaran pekerjaan, perusahaan perekrutan       dan newsgroup.
  • Travel
            Dengan menggunakan internet, orang dapat merencananakan mengekplorasi serta menyusun perjalanan. Orang dapat melakukan perbadingan harga, sehingga dapat             memilih atau merencanakan perjalanan dengan biaya yang lebih hemat.
  • Real Estate
            E-commerce akan memberikan kemudahan bagi pelanggan industri real estate,       salah satunya pelanggan dapat melihat berbagai macam bangunan pada layar sehingga dapat menghemat waktu pelanggan dibandingkan harus datang langsung            ke real estate tersebut. Selain itu. Pelanggan juga dapat mengurutkan dan   mengatur bangunan sesuai dengan kriteria, tampilan, interior yang diinginkan.

8.2.3 Lelang (Auctions)
            Lelang adalah mekanisme pasar dimana penjual memberikan penawaran dan
pembeli memberikan penawaran harga atau yang disebut dengan bid. Lelang terbagi
atas dua bagian utama, yaitu Forward Auction dan Reverse Auction.
a. Forward Auction
Penjual menawarkan satu atau lebih barang atau layanan kepada banyak pembeli.
  • English Auctions
Pembeli memberikan tawaran harga atau melakukan bid terhadap suatu barang. Tawaran akan barang tersebut terus menginkat sesuai dengan tawaran harga berikutnya. Penawaran harga tertinggi adalah pemenangnya.
  • Yankee Auctions
Lelang jenis ini pada dasarnya sama dengan english auction, hanya saja barang yang dilelangkan atau ditawarkan lebih dari satu.
  • Dutch Auctions
Barang yang dilelang biasanya berjumlah banyak namun untuk barang yang sejenis. Harga ditetapkan dari paling tinggi, yang selanjutnya berkurang atau menurun sejalan denga nperhitungan waktu.
b. Reverse Auction
Lelang ini terjadi ketika seorang pembeli ingin membeli suatu barang. Selanjutnya perusahaan-perusahaan diundang untuk menawarkan barangnya beserta harga (melakukan bid). Perusahaan dengan tawaran harga terendah yang akan memenangkan lelang tersebut.
Bartering
Barter adalah kegiatan pertukaran barang tanpa ada transaksi keuangan.

8.3 Penelitian Pasar, Periklanan dan Layanan terhadap Pelanggan
8.3.1 Konsumen dan Prilakunya
Untuk membangun B2C yang berhasil, perlu diketahui siapa saja pelanggan yang berpotensi. Dengan demikian, perusahaan atau toko-toko dapat mempersiapkan strategi pasar dan periklanan berdasarkan informasi tersebut. Setelah mengetahui pelanggan yang berpotensi, maka dapat ditentukan barang-barang apa saja yang diinginkan oleh sekelompok konsumen tertentu. Hal in imerupakan peran utama dari penelitian pasar.

8.3.2 Penelitian Pasar
Penelitian pasar dilakukan secara offline, dengan tujun untuk mengetahui apa motivasi konsumen melakukan pembelian barang. Hal ini dilakukan dengan membangun suatu model di internet untuk mengetahui hal apa yang mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan untuk membeli suatu barang. Dari penelitian tersebut, diperoleh bahwa dua hal yang mempengaruhi pelanggan dalam membeli barang adalah individu konsumen itu sendiri dan faktor lingkungan. Hal ini semakin memperjelas bahwa banyak hal yang perlu diketahui penjual dari pelanggan-pelanggannya, seperti yang dibahas berikutnya.

8.3.2.1 Tanyakan Pelanggan Apa yang Diinginkan
Untuk mengetahui apa yang diinginkan pelanggan, suatu perusahaan dapat menggunakan media internet yang menyediakan cara yang cepat dan mudah untuk hal ini. Cara termudah adalah dengan meminta pelanggan untuk mengisi form elektronik atau pertanyaan elektronik melalui internet. Namun, tidak semua pelanggan akan bersedia mengisi atau menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Hal ini membuat perlu ada cara lain untuk mengetahui apa yang diinginkan pelanggan.

8.3.2.2 Menelusuri Aktivitas Pelanggan di Web
Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengetahui apa yang diinginkan pelanggan adalah dengan mengamati kegiatan pelanggan di internet. Penelusuran terhadap kegiatan pelanggan dilakukan berdasarkan cookies atau pendekatan lainnya. Salah satu tools yang sangat menarik digunakan untuk menelusuri pelanggan adalah intelligent agents, yang juga memberikan bantuan terhadap pelanggan dalam berbelanja disamping menelusuri kegiatan pelanggan di internet.

8.3.3 E-Commerce Intelligent Agents
Agen adalah program komputer yang menjalankan tugas-tugas, melakukan pencarian dan memperoleh informasi, mendukung pengambilan keputusan dan bertindak sebagai ahli. Terdapat berbagai macam jenis agent, mulai dari software agent yang tidak memiliki keahlian sampai dengan learning agent yang menunjukkan keahlian. Agent dengan keahlian berbeda dengan mesin pencari (search engine). Agent dengan keahlian menggunakan ahli dan basis data pengethuan, serta kemampuan untuk bertindak lebih dari sekedar mencari dan menyocokkan.

8.3.3.1 Agent Pencari dan Penyaring (Search and Filtering Agents)
Suatu agent dapat membantu pelanggan untuk memutuskan produk atau barang apa yang terbaik sesuai dengan profil dan kebutuhan pelanggan.

8.3.3.2 Agent Pencari Produk dan Perusahaan (Product-and-Vendor-
Finding Agents)
Agent juga dapat membantu pelanggan dalam melakukan perbandingan harga disaat seorang pelanggan telah mengetahui inign membeli barang apa. Pada situasi tersebut, agent akan mencarikan perusahaan-perusahaan yang menjual barang tersebut, dan membantu melakukan perbandingan harga dari barang-barang yang ditemukan.

8.3.3.3 Membuat Profil Pelanggan dengan Menggunakan Intelligent Agents (Profiling Customers using Intelligent Agents)
Perusahaan-perusahaan mengumpulkan informasi tentang pelanggan dengan tujuan untuk membuat profil dari pelanggan-pelanggan tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan bantuan agent.

8.3.4 Pengiklanan Online
Pengiklanan adalah suatu usaha untuk menyebar luaskan informasi denga ntujuan untuk mempengaruhi transaksi penjualan dan pembelian. Pengiklanan secara online melalui internet, dinilai memiliki kelebihan dibandingkan dengan pengiklanan secara tradisional. Kelebihan-kelebihan tersebut diantaranya :
  • Iklan di internet dapat diperbarui kapan saja dengan biaya yang kecil.
  • Iklan di internet dapat menjangkau pembeli lebih luas, bahkan ke seluruh dunia.
  • Biaya iklan di internet lebih kecil dibandingkan dengan iklan di media cetak, radio dan televisi.
  • Penggunaan internet semakin berkembang cepat, sehingga akan lebih baik menempatkan iklan di internet dimana penggunanya atau pengunjungnya akan semakin bertambah.

8.3.4.1 Metode Pengiklanan
Berikut diuraikan beberapa metode atau cara pengiklanan online yang dapat digunakan :
  • Banners
Cara yang paling umum digunakan untuk pengikalan di internet adalah dengan menggunakan banner. Banner berisi teks, gambar, bahkan suara dan video clip dengan pesan singkat yang mempromosikan suatu barang atau perusahaan. Ketika pelanggan mengklik banner tersebut, maka pelangganakan dialihkan ke halaman web dari pemilik iklan tersebut. Iklan memiliki dua jenis :
  1. Keyword Banners
Keyword banners muncul ketika pelanggan dilakukan query terhadap kata tertentu yang dimasukkan pelanggan pada mesin pencari. Iklan menggunakan keyword banners ini efektif untuk perusahaan uang ingin memperkecil ruang lingkupnya khusus untuk pelanggan yang tertarik pada suatu topik tertentu.
  1. Random Banners
Random banners muncul secara acak, dan bertujuan untuk memperkenalkan produk baru ke pengguna internet luas.

  • Pengiklanan melalui e-mail
E-mail merupakan sarana pengiklanan dan pemasaran yang lebih baik dengan biaya yang efektif, dan dengan laju respon yang tinggi dibandingkan metode pengiklanan lainnya. Permasalahan terkait denga hal ini adalah spamming, yaitu pendistribusian pesan ke penerima tanpa seizin si penerima. Terdapat juga bentuk-bentuk lain perikalanan, diantaranya adalah dengan menggunakan radio internet atau pengiklanan terhadap anggota-anggota suatu komunitas di internet.

8.3.4.2 Beberapa Permasalahan Periklanan dan Pendekatanpendekatan
Terdapat berbagai macam issue atau permasalahan terkait dengan implementasi pengiklanan di internet. Beberapa permasalahan tersebut diantaranya adalah :
Permission Marketing
Suatu perusahaan menawarkan pelanggan untuk menerima iklan melaui email secara sukarela. Caranya adalah dengan menanyakan kepada pelanggan apa yang disukai , selanjutnya meminta izin untuk mengirimkan informasi pemasaran.
Viral Marketing
Viral Marketing adalah pemasaran dari mulut ke mulut yang dilakukan secara online. Caranya adalah dengan melakukan pengiriman (forward) e-mail ke orang lain. Hal yang berbahaya dari cara ini adalah virus dapat ditambahkan ke dalam iklan yang dikirimkan ke email-email tersebut.
Customizing ads
Begitu banyak informasi yang tersedia di internet. Untuk itu perlu dilakukan penyaringan terhadap informasi yang tidk relevan dengan menyediakan iklan yang dapat dikustomisasi atau dimodifikasi. Hal ini akan menguntungkan pelanngan dan pemilik iklan.
Periklanan dan Pemasaran Interaktif
Pada pemasran interaktif, pemilik iklan menghadirkan iklan yang dapat dimodifikasi (customized). Pelanggan dilayani berdasarkan respon pelanggan tersebut sebelumnya.
Menarik pengunjung untuk mengunjungi suatu situs
  • Menjadi urutan teratas dari daftar pencarian pada search engine.
  • Acara online, promosi, dan menarik perhatian pelanggan. Hal ini dapat dilakukan dengan adanya kontes, kuis, kupon, sample gratis dan lain sebagainya.
  • Electronic Catalog
Penggunaan katalog online adalah untuk mengiklankan dan mempromosikan produk dan layanan. Bagi pelanggan catalog elektronik dpat mempermudah pencarian barang dengan bantuan search engine, dan juga dapat melakukan perbandingan harga secara efektif melibatkan produk-produk yang terdapat pada catalog tersebut.
Customized Catalog
Customized Catalog adalah katalog yang khusus dibuat untuk perusahaan tertentu.
Kupon Online
Pelanggan dapat memperoleh kupon-kupon potongan harga dengan mengakses web-web tertentu.

8.3.5 Layanan terhadap Pelanggan
Pada e-commerce layanan terhadap pelanggan menjadi hal yang sangat penting,
terutama karena pelanggan dan pihak perusahaan atau toko tidak bertemu antar
muka. Berikut tahapan-tahapan dalam siklus layanan terhadap pelanggan :
Kebutuhan : Membantu pelanggan dalam menentukan kebutuhan, denga
nmenyediakan gambar atau foto barang, video presentasi, artikel, review dan
lain sebagainya.
Mendapatkan barang : Membantu pelanggan untuk mendapatkan barang atau
layanan.
Ownership : Mendukung pelanggan pada basis yang sedang berjalan.
Retirement : Membantu client untuk membuang layanan atau barang.

8.4 B2B dan Aplikasi Kerjasama Perdagangan
Pada aplikasi Business-to-business (B2B), penjual, pembeli dan transaksi terlibat
dengan organisasi. Dengan B2B memungkikan suatu perusahaan untuk membina
hubungan secara elektronik dengan distrributor, penjual, supplier pelanggan dan
rekan bisnis. Terdapat beberapa model aplikasi B2B, yaitu sell-side marketplace,
buy-side marketplace, dan electronic exchange.

8.4.1 Sell-Side Marketplace
Pada model ini, organisasi berusaha untuk menjual barang-barang atau layanan ke
organisasi lain secara elektronik. Mekanisme kunci pada model ini adalah :
Katalog elektronik yang dapat dimodifikasi (customized) untuk setiap pembeli
berskala besar.
Forward Auction

8.4.2 Buy-Side Marketplace
Buy-Side Marketplace juga dikenal dengan nama e-procurement, adalah model
dimana teknologi e-commerce digunakan untuk menyederhanakan proses pembelian
dengan tujuan untuk mengurangi biaya dari barang yang dibeli, biaya administrasi
pengadaan barang dan waktu siklus pembelian.

8.4.3 Pertukaran Elektronik (electronic Exchanges)
Pertukaran elektronik merupakan pasar elektronik dimana terdapat banyak penjual
dan banyak pembeli.
Terdapat 4 jenis pertukaran :
Vertical Distributors
Pasar B2B dimana barang dasar diperdagangkan dalam suatu lingkungan
dengan hubungan jangka panjang. Hal ini dikenal juga dengan systematic
sourcing
Vertical Exchanges
Barang dasar dan barang jadi pada suatu industri dibeli pada saat yang
dibutuhkan. Pembeli dan penjual dapat tidak saling kenal satu sama lain.
Pada Vertical Exchange, harga secara berkesinambungan berubah,
tergantung dengan penawaran dan permintaan. Hal ini disebut dengan
dynamic pricing.
Horizontal Distributors
Perdagangan elektronik untuk barang dasar ketika sumber (source)
dibutuhkan.
Pertukaran fungsional (Functional Exchanges)
Lembaga Sertifikasi Profesi Telematika Indonesia 181
Layanan yang dibutuhkan seperti bantuan sementara atau extra space
diperdagangkan atas dasar kebutuhan.

8.4.4 Perdagangan Kerjasama
Perdangan kerjasama adalah transaksi e-commerce yang bukan penjualan atau
pembelian yang terjadi antara organisasi. Contohnya adalah suatu perusahaan yang
berkolaborasi dengan perusahaan lain yang melakukan perancangan produk untuk
perusahaan tersebut. Berikut beberapa area dalam kolaborasi :
Retailer-Suppliers
Pedagang besar yang bekerjasama dengan perusahaan supplier utama yang
dimilikinya, untuk membangun perencanaan produksi dan inventori dan
meramalkan permintaan.
Vendor-managed Inventory
Layanan yang disediakan oleh perusahaan supplier besar, dimana perusahaan
tersebut melakukan pengawasan dan pengisian terhadap inventori dari
pedagang.
Product design
Perusahaan bekerja sama dalam merancang suatu produk tertentu dengan
menggunakan tools khusus.
Collaborative Manufacturing
Perusahaan bekerja sama untuk menghasilkan atau memproduksi barang
atau layanan.
o Berikut proses-proses yang dilakukan saat melaksanakan kolaborasi :
o Perencanaan dan penjadwalan
o Perancangan
o Informasi produk baru
o Manajemen kandungan produk
o Manajemen pesanan
o Sourcing dan Pengadaan barang

8.5 Aplikasi Inovatif dari E-Commerce
Aplikasi-aplikasi inovatif e-commerce mulai memainkan perananan utama dalam ecommerce.
Selanjutnya akan dibahas beberapa dari aplikasi-aplikasi inovatif
tersebut.

8.5.1 E-Government
E-government adalah penggunaan teknologi internet secara umum dan e-commerce
secara khusus untuk menyampaikan informasi dan layanan umum kepada
masyarakat, rekan bisnis, supplier dan bagian sektor umum. Hal ini juga merupakan
cara yang efisien untuk mengkombinasikan transaksi bisnis dengan masyarakat dan
bisnis-bisinis dengan pemerintah sendiri.
E-Government dapat dibagi menjadi tiga kategori :
a. Government-to-citizens (G2C)
E-commerce yang dibangun antara pemerintah dan masyarakat.
b. Government-to-business (G2B)
E-commerce yang dibangun antara pemerintah dan organisasi-organisasi lain.
c. Government-to-government (G2G)
E-commerce yang dibangun antara pemerintah dan badan-badan pemerintah
lainnya.

8.5.2 M-Commerce
M-Commerce adalah teknologi e-commerce yang dibangun melalui peralatan
wireless. Dua karakter utama dari m-commerce adalah mobility(perpindahan) dan
reachability(pencapaian). Mobility menyatakan bahwa pelanggan dapat melakukan
transaksi e-commerce dengan mengakses internet dengan berpindah-pindah atau di
mana saja. Reachability menyatakan bahwa orang dapat dihubungi kapan saja,
sehingga transaksi e-commerce dapat berlangsung kapan saja.

8.5.3 Consumer-to-Consumer E-commerce
Semakin meningkatnya individu yang menggunakan internet untuk menjalankan
bisnisnya dengan pihak lain. Lelang merupakan salah satu cara paling digemari
dalam melakukan transaksi antar konsumen (C2C). Beberapa aktivitas lain pada C2C
adalah :
Classifieds
Seseeorang menjual barng atau produk atau layanan dengan mengiklankan
produk atau layanan tersebut pada layanan classified yang tersedia di
internet.
Personal Services
Layanan pribadi diiklankan pada area classified, web pribadi, atau pada
bulletin board di suatu komunitas internet.
Peer-to-peer and File Exchanges
Setiap orang dapat saling bertukar produk digital seperti musik, permainan
dan lain sebagainya.

8.5.4 Intrabisnis dan Business-to-Employees E-Commerce
Intrabisnis merupakan aktivitas bisnis yang terjadi di dalam suatu organsasi atau
perusahaan. Contoh dari intrabisnis ini adalah Business-to-Employee atau bisnis
antara unit bisnis dalam suatu organisasi.

8.5.4.1 Business to its Employess (B2E) Commerce
Business-to-employee merupakan e-commerce yang dibangun antara organisasi
dengan pegawai-pegawainya. Pada jenis ini, bisnis dilakukan oleh organisasi dengan
pegawainya secara elektronik. Contohnya menyebarkan informasi kepada pegawaipegawai
perusahaanya, menjual produk atau barang perusahaan kepada pegawaipegawai
perusahaan dan lain sebagainya.

8.5.4.2 E-Commerce Diantara Unit Bisnis dalam suatu Organisasi
Perusahaan-perusahaan besar biasanya terdiri atas unit bisnis yan gsaling
independen. Sehingga diperlukan adanaya transaksi antara unit bisnis dengan
menerapkan e-commerce di antara unit bisnis melalui intranet.

8.5.4.3 E-Learning
E-learning adalah penyampaian ionformasi secara online untuk tujuan pendidikan,
pembelajaran, pelatihan, manajemen pengatahuan atau manajemen kinerja.Elearning
meruapakan sistem berbasis web sehingga memungkinkan dilakukannya
akses terhadap pengetahuan bagia siapa yang membutuhkan.

8.6 Infrastruktur dan Layanan Dukungan E-Commerce
Untuk keberhasilan suatu aplikasi e-commerce, perlu adanya hal-hal lain yang
mendukung seperti infrastruktur, permasalahan pembayaran elektronik, pemenuhan
pesanan dan lain sebagainya.

8.6.1 Infrastruktur E-Commerce
Infrastruktur dari e-commerce membutuhkan berbagi macam jenis perangkat keras,
perangkat lunak, dan jaringan. Komponen-komponen utama adalah jaringan, web
server, dukungan web server dan perangkat lunak, katalaog elektronik, rancangan
halaman web, perangkat lunak untuk transaksi, komponen untuk akses internet.
Sebagai tambahan perangkat lunak dan perangkat keras tambahan juga dibutuhkan
untuk melaksanankan pelelangan, e-procurement dan m-commerce.

8.6.2 Pembayaran Elektronik
Pembayaran merupakan bagian dari melakukan bisnis, baik pembayaran secara
elketronik maupun pembayaran secara tradisional. Pembayaran secara tradisional
seperti : uang tunai, check, mengirimkan uang atau memberikan nomor kartu kredit
dinilai tidak efektif untuk digunakan pada e-comerce. Kelemahan-kelemahan
tersebut diantaranya :
Pembayaran dengan menggunakan uang tunai tidak mungkin dilakukan
karena tidak ada pertemuan antar muka antara pihak-pihak yang melakukan
transaksi.
Pemberian nomor kartu kredit pun membutuhkan waktu untuk
memprosesnya disamping tidak semua perusahaan menerima pembayaran
dengan kartu kredit.
Pengiriman pembayaran melalui uang atau surat meruapakan hal yang tidak
aman bagi pembeli.
Lembaga Sertifikasi Profesi Telematika Indonesia 185
Dengan adanya kelemahan-kelemahan ini, maka dibutuhkan cara
pembayaran di dunia maya atau sistem pembayaran elektronik.

8.6.2.1 Sistem Pembayaran Elektronik
Seperti pada pasar tradisional, pasar elektronik pun pada dunia maya membutuhkan
metode pembayaran. Adapaun metode pembayaran secara elektronik tersebut
adalah : Check elektronik, kartu kredit elektronik, pembayaran tunia elektronik,
smart card, dan pembayaran antar individu.

8.6.2.2 Check Elektronik
Check elektronik pada dasarnya sama dengan check biasa, dan biasanya digunakan
pada B2B. Diawali dengan pelanggan membuat rekening check di bank. Selanjutnya
pelanggan tersebut melakukan pembelian barang, dan mengirimkan check elektronik
yang telah terenkripsi melalui email kepada penjual. Setelah itu, pedagang akan
mendeposit check tersebut ke dalam rekeningnya dan kemudian check tersebut
dicairkan dari rekening pembeli dan dimasukkan ke dalam rekening penjual.

8.6.2.3 Kartu Kredit Elektronik
            Kartu kredit elektronik memungkinkan dilakukannya pembayaran dengan
menggunakan rekening kartu kredit seseorang. Pembeli dapat denga nmeudah
mengirimkan nomor kartu kreditnya kepada penjual. Resiko yang dihadapi adalah
hacker akan dapat membaca nomor kartu kredit tersebut. Karena itu, untuk
kepentingan keamanan, hanya kartu kredit dengan informasi yang telah dienkripsi
yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran. Sehingga, hanya penerima yang
memiliki kunci yang dapat mengetahui informasi kartu kredit tersebut.
Peningkatan terhadap kartu kredit elktronik adalah dengan menggunakan
perantara sebagai enkripsi tambahan. Namun hal ii menambah biaya dan waktu
pada proses pembayaran.

8.6.2.4 Pembayaran Tunai Elektronik
Pembayaran tunai merupakan cara yang paling umum digunakan. Hal ini
dikarenakan perusahaan tidak harus membayarkan komisi kepada perusahaan kartu
kredit, dan perusahaan dapat langsung menggunakan uang tunai yang telah
diperoleh tesebut. Disamping itu, tidak semua pembeli memiliki kartu kredit atau
cash, karena mereka ingin menjaga agar identitas mereka sebagai pembeli tidak
diketahui (anonymity).
Pembayaran tunai secara elektronik terdiri dari dua bentuk, yaitu :
a. Pembayaran Tunai Elektronik melalui PC
Pelanggan membuka rekening di Bank, dan menerima perangkat lunak
khusus untuk komputernya. Pelanggan membeli uang elektronik dari Bank
dengan menggunakan perangkat lunak tersebut dan pihak Bank akan
langsung mengurangi sejumlah pembelian uang tersebut dari rekening
pelanggan. Bank mengirimkanuang elektronik yang aman kepada pelanggan,
kemudian uang elektonik tersebut disimpan pada komputer pelanggan dan
dapat digunakan untuk setiap transaksi yang menggunakan uang elektronik.
Perangkat lunak (software) tersebut juga digunakan untuk melakukan trasfer
uang elektronik dari pembeli ke komputer penjual. Penjual dapat mendeposit
uang elektronik tersebut di bank, dan menyimpannya ke rekeningnya atau
menggunakannya untuk transaksi pembelian lainnya.

b. Pembayaran Elektronik menggunakan kartu
Pembayaran elektronik menggunakan kartu telah digunakan sejak dahulu.
Meode pembayaran dengan kartu yang paling dikenal adalah pembayaran
dengan kartu kredit. Kartu kredit tesebut memiliki kepingan logam yan
gmengandung informasi seperti nomor ID. Kartu dengan sejumlah uang
teseimpan didalamnya, dapat dibeli untuk digunakan di internet.

8.6.2.5 Smart Cards
Smart Card mengandung microprocessor atau chip, dapat menyimpan sejumlah
informasi dan dapat melakukan proses. Smart card yang canggih memiliki
kemampuan untuk melakukan transfer dana, pembayaran bill, pembelian dari
vending machine atau pembayaran untuk layanan yang ditawarkan di televisi atau
komputer. Smar card juga dapat digunakan untuk mentrasfer keuntungan dari
suatu perusahaan atau organisasi kepada pegawai-pegawainya.

8.6.2.6 Pembayaran Person-to-Person (P2P)
Cara pembayaran jenis ini merupakan pembayaran yang terbaru dan tercepat
perkembangannya. Pembayaran jenis ini memungkinkan transfer dana diantara dua
individu untuk berbagai macam tujuan seperti membayar uang yang dipinjam dari
seseorang, membayar atas pembelian barang melalui lelang dan lain sebagainya.

8.6.2.7 Transfer Dana Secara Elektronik
Pembayaran jenis ini adalah transfer dana secara elektronik kepada atau dari institusi keuangan degan menggunakan jaringan komunikasi. Contoh : transaksi antar bank, pembayaran biaya kuliah dengan menggunakan ATM dan lain sebagainya.

8.6.2.8 Electronic Wallets
Electronic wallet (e-wallet) adalah komponen perangkat lunak (software) yang didownload ke komputer pengguna, dimana pengguna menyimpan nomor kartu kredit dan informasi lainnya. Ketika pengguna ingin melakukan transaksi pada toko yang menerima pembayaran dengan menggunakan e-wallet, maka pengguna cukup mengklik dan e-wallet akan mengisi informasi yang dibutuhkan secara otomatis.

9.6.2.9 Kartu Pembelian (Purchasing Card)
Pada beberapa negara seperti U.K. dan Amerika Serikat, perusahaan melakukan
pembayaran ke perusahaan lain dengan menggunakan kartu pembelian (purchasing
card). Pembayaran dengan kartu pembelian tidak sperti kartu kredit dimana
disediakan rentang waktu 30 sampai 60 hari sebelum pembayaran dilakukan,
malainkan hanya 1 minggu.
8.6.3 Kemanan dalam Pembayaran secara Elektronik
Dua hal utama yang dibutuhkan utuk menjalan pembayaran secara elektronik adalah
apa yang dibutuhkan agar pembayaran elektronik dapat berlangsung dengan aman
dan cara apa yang dapat digunakan untuk kemanan tersebut.
8.6.3.1 Kebutuhan Keamanan
Keamanan yang dibutuhkan untuk menjalankan e-commerce adalah :
a. Autentikasi
Pembeli, penjual dan institusi pembayaran yang terlibat harus dipastikan
identitasnya sebagai pihak yang berhak terlibat dalam transaksi tersebut.
b. Integritas
Jaminan bahwa data dan informasi yang ditransfer pada e-commerce tetap
utuh, tidak mengalami perubahan.
c. Non-repudiation
Pelanggan membutuhkan perlindungan terhadap penyangkalan dari penjual
bahwa barang telah dikirimkan atau pembayaran belum dilakukan.
d. Safety
Pelanggan menginginkan jaminan bahwa aman untuk memberikan informasi
nomor kartu kredit di internet.

8.6.3.2 Perlindungan Keamanan
Terdapat beberapa cara dan mekanisme yang digunakan untuk memnuhi kebutuhankeamanan. Salah satu mekanisme uatama adalah enkripsi.
Encryption
Enkripsi adalah proses pembuatan pesan menjadi tidak bisa dibaca atau tidak
bisa dimengerti kecuali pihak yang memiliki kunci (key) dari pesan tersebut.
Single-key encryption
Teknologi enkripsi dimana pesan dieknkripsi dengan menggunakan satu kunci
saja.
Two-key encryption
Teknologi enkripsi yang menggunakan dua kunci (key) yaitu public key dan
private key. Public key dapat diketahui oleh banyak orang, namun private
key hanya dapat diketahui oleh pemilik pesan. Enkripsi dan dekripsi dapat
dilakukan dengan salah satu dari kedua kunci tersebut. Jika pesan dienkripsi
dengan menggunakan public key, maka dekripsi hanya dapat dilakukan
dengan private key.
Public Key Infrastructure (PKI)
Lembaga Sertifikasi Profesi Telematika Indonesia 189
PKI adalah sistem keamanan berdasarkan penggunaan dua kunci danjug
penggunaan digital signature dan sertifikat. Digital signature seperti tanda
tangan yang dibubuhkan kepada suatu pesan secara elektronik.

8.6.3.3 Electronic Certificates
Sertifikat elektronik dikeluarkan oleh pihak ketiga yang terlibat pada transaksi
disebut dengan certificate authority, dengan tujuan untuk memverifikasi bahwa
suatu public key memang dimiliki oleh individu yang dimaksud.

8.6.3.4 Protocols
Protokol merupakan sekelompok aturan dan prosedur yang menentukan transfer
informasi di internet. Protokol juga merupakan perangkat lunak yang membantu
autentikasi, kemanan dan privacy.
Dua protokol utama pembayaran yang digunakan pada e-Commerce adalah :
  • Secure Socket Layer (SSL)
  • Secure Electronic Transaction (SET) Protocol

8.6.4 order Fulfillment
Proses pemenuhan pesanan (order fulfillment) meliputi pencarian produk atau
barang untuk dikapalkan dan dipaketkan, menyusuun paket tersebut untuk
dikirimkan ke pelanggan, lalu mengumpulkan uang dari setiap pelanggan dan
terakhir menangani pengembalian produk yang tidak sesuai keinginan pelanggan.
Proses pemenuhan pesanan ini tidak hanya menyediakan pelanggan dengan barang
yang dipesan tetapi juga menyediakan layanan yang dibutuhkan terhadap
pelanggan.

8.7 Permasalahan Legal dan Etis pada E-Commerce
Dalam pelaksanaannya, e-commerce berhadapan dengan permasalahanpermasalahan
etis dan hukum. Permasalahan-permasalahan tersebut melibatkan
pihak-pihak yang melaksanakan aktivitas-aktivitas dalam e-commerce, meliputi
pembeli, dan penjual.

8.7.1 Praktek Pasar dan Perlindungan terhadap Konsumen dan
Penjual
Transaki yang terjadi di pasar elektronik antara pembeli dan penjual memerlukan
perlindungan. Hal ini terutama dikarenakan pihak yang melakukan transaksi pada
pasar tidak saling mengenal. Permasalahan-permasalahan yang mungkin muncul
salah satunya adalah penipuan, dan kejahatan-kejahatan lain di internet.

8.7.1.1 Penipuan di Internet
Penipuan di internet merupakan salah satu jenis permasalahan atau kejahatan yang
mungkin timbul di e-commerce. Penipuan dapat dilakukan oleh penjual maupun
pelanggan. Sehingga perlu dilakukan perlindungan dari dua sisi, yaitu perlindungan
terhadap pembeli (buyer protection) dan juga perlindungan terhadap penjual (seller
protection).

8.7.2 Permasalahan Etis
Selain permasalahan yang telah dijelaskan sebelumnya, e-commerce juga memiliki permasalahan-permasalahan etis, diantaranya adalah :
  • Privasi (Privacy)
Permasalahan timbul ketika seseorang dapat mengetahui informasi pribadi orang lain tanpa izin.
  • Web Tracking
Dengan menggunakan intelligent agent, dapat dilakukan penelusuran terhadap aktivitas individu di internet. Program seperti cookies juga dapat digunakan untuk mengetahui aktivitas pengguna internet.
  • Disintermediation
Disintermediation adalah proses menghilangkan perantara dalam melakukan transaksi. Sehingga, pelanggan dapat langsung melakukan transaksi dengan supplier.

8.7.3 Permasalahan Legal di E-Commerce
            E-commerce juga diperhadapkan dengan permasalahan-permasalahan legal yang
berkaitan dengan hukum. Permasalahan-permasalahan tersebut, diantaranya :
  • Perebutan nama domain antara beberapa perusahaan
  • Penentuan biaya pajak
  • Copyright. Permasalahan sehubungan dengan hak intelektual seeorang serperti karya tulis, yang berada dibawah lembaga hukum.
by Facebook Comment

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar